Hasto Tegaskan Petugas Partai adalah Kader Pilihan

Tepis Cibiran, Anggap Penugasan sebagai Bentuk Penghormatan

Senin, 13 April 2015 – 20:28 WIB
Politikus PDIP Hasto Kritiyanto langsung berdiri saat namanya disebut oleh Megawati Soekarnoputri sebagai sekretaris jenderal (Sekjen) PDIP pada kongres IV di Bali, Sabtu (11/4) lalu. Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com - JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto tak mau partainya maupun ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri terus disudutkan dengan istilah “petugas partai” yang akhir-akhir ini kembali menjadi polemik. Hasto mengatakan, banyak pihak tak memahami makna sebenarnya tentang ‘petugas partai’ sehingga yang ditangkap hanya kesan negatif saja.

Menurutnya, istilah ‘petugas partai’ justru bermakna positif. Sebab, petugas partai berarti penghormatan bagi kader-kader partai pemenang Pemilu 2014 itu yang mendapat penugasan untuk duduk di pemerintahan maupun legislatif.

BACA JUGA: Semoga Kongres PDIP Berhasil Ingatkan Jokowi Lunasi Janji

Hasto menegaskan, PDIP tak sembarangan menugaskan kader untuk didudukkan di jabatan strategis di eksekutif.  Bahkan, katanya, PDIP merasa perlu memperjuangkan kader yang mendapat penugasan itu.

“Seorang kader yang mendapat penugasan dan berhasil duduk di lembaga eksekutif misalnya, hanya terjadi setelah yang bersangkutan melalui proses seleksi, penugasan, dan akhirnya diperjuangkan bersama untuk duduk dalam lembaga terhormat tersebut,” kata Hasto, di Jakarta, Senin (13/4).

BACA JUGA: Anggap Kongres PDIP Sukses karena Ingatkan Jokowi sebagai Petugas Partai

Lebih lanjut Hasto membeberkan sejarah tentang istilah ‘petugas partai’ yang muncul saat pada masa Partai Nasional Indonesia (PNI) di era kemerdekaan. Orang dekat Megawati itu menegaskan, kala itu PNI bertugas mendidik, menyadarkan, dan memimpin massa rakyat.

Selanjutnya, kader PNI yang telah terbukti mampu mengorganisir rakyat akan mendapat penugasan untuk terjun di tengah rakyat. Dengan demikian, kader-kader partai yang mendapat penugasan berarti mendapat kepercayaan untuk menjalankan garis kebijakan ideologis partai.

BACA JUGA: Kader PDIP Ini Merasa Terhormat Jadi Petugas Partai

Hasto lantas mencontohkan kebijakan Presiden Joko Widodo yang juga kader PDIP saat menolak impor beras dan memilih memberdayakan petani. “Itu adalah contoh keputusan yang harus diambil petugas partai untuk mewujudkan Idonesia yang berdikari dalam pangan," ujarnya.

Sementara dalam konteks pemilu saat ini, kata Hasto, partainya berhasil mendapatkan kepercayaan ketika menugaskan kader-kadernya menjadi calon legislatif. “Sehingga dapat mengusung calon presiden. Jadi di situlah makna petugas partai juga muncul," ujarnya.(ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Revisi Permendagri Terkait Pengelolaan Belanja Pilkada Segera Terbit


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler