Hati-Hati Kanker Usus Besar, Ini Gejalanya

Rabu, 16 November 2016 – 22:41 WIB
Ilustrasi. Foto: Health

jpnn.com - KANKER kolorektal atau usus besar adalah penyebab utama ketiga kematian kanker pada wanita setelah kanker payudara dan kanker paru-paru.

Kanker usus besar biasanya dimulai sebagai polip atau pertumbuhan di lapisan dalam usus besar.

BACA JUGA: Manjakan Lidah Menikmati Menu Jepang di Restoran Miyagi

Kebanyakan polip bukanlah kanker tetapi beberapa bisa berkembang menjadi kanker.

"Bagian yang menyedihkan tentang kanker usus besar adalah bahwa hal itu biasanya bisa dicegah," kata seorang profesor Gastrointestinal Onkologi Medis di The University of Texas MD Anderson Cancer Center, Cathy Eng, seperti dilansir laman Glamour.

BACA JUGA: Mengeluh Salah Satu Rahasia Hubungan Bahagia?

Kanker usus besar biasanya terdeteksi selama skrining colonoscopy.

The American Cancer Society saat ini merekomendasikan bahwa laki-laki dan perempuan harus melakukan colonoscopy pada usia 50 tahun.

BACA JUGA: Mau Rambut Makin Terawat? Coba Makan Ini

Itu untuk mengetahui polip dan kanker usus besar, karena rata-rata usia pasien kanker usus besar di AS adalah 68 tahun.

Jika Anda memiliki riwayat tingkat pertama keluarga (yaitu, orang tua, saudara kandung atau anak) yang memiliki kanker usus besar, maka disarankan agar Anda melakukan skrining 10 tahun sebelum anggota keluarga Anda didiagnosa.

Jadi, misalnya, jika ibu Anda didiagnosis dengan kanker usus besar pada usia 40 tahun, maka Anda harus melakukan colonoscopy pada usia 30 tahun.

Namun, Anton Bilchik, kepala pengobatan dan kepala penelitian gastrointestinal di John Wayne Cancer Institute California, mencatat bahwa telah terjadi peningkatan kanker usus pada orang muda (yaitu mereka yang di bawah usia 50 tahun).

"Kurang dari 50 persen individu melakukan skrining di bawah usia 50 tahun dan itu harus menjadi perhatian," jelas Bilchik.

Bilchik mengatakan para ahli tidak yakin mengapa ada kenaikan kanker usus besar di antara orang-orang muda, tetapi ia mengatakan hal itu bisa jadi disebabkan oleh peningkatan tingkat obesitas (kegemukan merupakan faktor risiko untuk penyakit ini).

Tapi Julian Sanchez, seorang ahli bedah kolorektal di Moffitt Cancer Center, menunjukkan bahwa kanker usus bisa sulit dideteksi mengingat bahwa gejala tidak jelas dan bahkan mungkin tidak muncul sama sekali.

Di antaranya adalah perdarahan dengan buang air besar, tinja yang tiba-tiba tipis dan berair, kembung dan kram perut.

Tentu saja, Anda mungkin mengalami perubahan dalam tinja atau perut kembung karena sakit perut atau perubahan dalam diet.

Tetapi jika terus berlanjut, Anda harus menghubungi dokter Anda.

" Setiap perubahan yang berlangsung lebih dari dua minggu dan pasti lebih dari satu bulan perlu Anda perhatikan," kata Eng.

Setelah terdeteksi, kanker usus besar biasanya diobati dengan pembedahan untuk mengangkat bagian kanker usus besar, yakni tumor itu sendiri dan kelenjar getah bening terkait.

Pasien juga mungkin memerlukan kemoterapi, namun kebanyakan pasien tidak perlu kemoterapi setelah operasi.

Seperti banyak kanker, deteksi dini adalah kunci dengan kanker usus besar. Lebih dari 90 persen bisa disembuhkan jika itu terdeteksi dini.(fny/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Novotel Lombok Incar Jawara di #WHTA 2016


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler