Hati-hati ya, Sengatannya Bisa Bikin Celaka

Sabtu, 18 Juli 2015 – 08:21 WIB

jpnn.com - PANGANDARAN  -  Para wisatawan yang hendak memanfaatkan libur lebaran diharapkan berhati-hati. Pantai di pesisir selatan termasuk Pantai Pangandaran dan Batu Karas ditemukan banyak ubur-ubur.

Komandan Pos Angkatan Laut Pangandaran Dayat Sudrajat mengatakan fenomena maraknya ubur-ubur ini memang terjadi setiap tahun, tepatnya ketika pergantian musim. Hal ini disebabkan kadar garam yang tinggi dan suhu air di bawah panas. Akibatnya banyak biota laut termasuk ubur-ubur, naik ke permukaan.

BACA JUGA: Hendak Mudik, Mobil Nyemplung Sungai

"Kalau tersengat bisa gatal-gatal bahkan bisa sampai pingsan," ungkapnya kepada Radar Tasikmalaya (grup JPNN), kemarin (17/7).

Dia menambahkan, sengatan ubur-ubur sulit dihindari. Apalagi ketika naik ke permukaan, ubur-ubur itu sulit dibedakan karena warnanya yang bening seperti air. Biasanya ubur-ubur muncul ketika memasuki bulan September. Namun karena perubahan cuaca yang tidak menentu, saat ini musim ubur-ubur semakin sulit diprediksi.

BACA JUGA: Hingga Salat Ied Tak Pulang, Ternyata...Innalillahi

Untuk mengantisipasi hal tersebut dia meminta kerjasama berbagai pihak seperti Balawista dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran agar berjaga di sekitar pantai. Sehingga tindakan cepat bisa diambil ketika ada wisatawan yang terkena sengatan ubur-ubur.

"Saat ini memang belum ada laporan yang tersengat, kalau lihat kondisi cuaca  sudah mulai masuk rawan kita waspada saja," tuturnya.

BACA JUGA: Kisah Suami Temukan Foto Istri Selingkuh dengan Oknum Brimob

Dia mengatakan di tahun 2013 lalu, ada sekitar 400 orang wisatawan tersengat ubur-ubur di Batu Karas. Kejadian itu membuat Pantai Batu Karas sampai ditutup sementara.

Beberapa cara dapat dilakukan untuk menghindari ubur-ubur. Yaitu dengan  menggosokkan bagian yang tersengat ke pasir pantai atau lumpur, juga bisa menggunakan timun. "Selain itu ada juga vaksin yang bisa menetralisir sengatan ubur-ubur," ungkapnya.

"Yang bahaya itu ekornya. Karena ekornya mengeluarkan racun yang masuk ke pori-pori. Silakan berlibur tapi harus tetap waspada," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Dede Saeful Uyun mengatakan selain mewaspadai serangan ubur-ubur pihaknya juga mempersiapkan pengobatan untuk mengantisipasi kecelakaan di tempat wisata.

"Ada 40 titik posko di sejumlah tempat wisata di Pangandaran yang diisi oleh lima orang petugas kesehatan setiap poskonya," ungkapnya. (oby)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Brebes Macet Parah, seperti ini Komentar Menhub Jonan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler