Haul HOS Tjokroaminoto, LT Sarekat Islam Gelar Doa Bersama

Selasa, 27 April 2021 – 20:18 WIB
Anggota Sarekat Islam memperingati haul HOS Tjokroaminoto dengan berziarah dan doa bersama di Yogyakarta. Foto: dok pribadi for JPNN

jpnn.com, YOGYAKARTA - Memperingati hari wafatnya atau haul Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto, Lajnah Tanfidziyah Sarekat Islam (SI) menggelar acara doa bersama dan santunan anak yatim di depan sang pendiri organisasi tersebut di Yogyakarta, Selasa (27/4).

Rangkaian acara haul dimulai dengan membaca Al Quran, dan mengirimkan doa oleh para anggota SI dan peserta lainnya.

BACA JUGA: Seskoal Gelar Apel Khusus dan Doa Bersama untuk Prajurit KRI Nanggala-402

"Dilanjutkan dengan santunan 200 anak yatim yang diserahkan secara simbolis kepada 15 orang perwakilan," kata Ketua Panitia Acara Haul HOS Tjokroaminoto, Chandra Halim kepada wartawan.

Menurut Chandra, peringatan haul tahun ini diikuti oleh para pengurus Lajnah Tanfidziyah SI dan pengurus organisasi serumpun SI.

BACA JUGA: AHY Gelar Doa Bersama untuk Bangsa, 6 Tokoh Agama Hadir

Diantaranya Sako Pramuka, Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (Perisai), Gerakan Tani Sarekat Islam (Gertasi), Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), Serikat Pelajar Mahasiswa Islam (Sepmi), Serikat Sarjana Mahasiswa Islam (Sesmi) dan Wanita Perisai.

"Haul ini juga untuk mengingatkan kita dengan menghargai dan menghormati jasa, perjuangan beliau yang melahirkan tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan di republik ini," kata Chandra.

BACA JUGA: Jelang Konferwil PWNU DKI Jakarta, Jazilul Fawaid Gelar Doa Bersama

Ketua Bidang Infrastruktur dan Organisasi DPP/LT SI ini mengatakan bahwa HOS Tjokroaminoto adalah pahlawan nasional sekaligus pemimpin abadi Sarekat Islam.

Tjokroaminoto memimpin SI sejak 1914 hingga wafat pada 17 Desember 1934 bertepatan dengan 10 Ramadan.

Tjokroaminoto juga merupakan guru bagi tokoh-tokoh bangsa sehingga disebut Bapaknya Bapak Bangsa Indonesia.

Sementara itu, di tempat yang sama, Cicit HOS Tjokroaminoto, Aulia Takhim Tjokroaminoto mengatakan, banyak keteladanan dan pegangan hidup yang diajarkan turun menurun di keluarga kakek buyutnya.

"Beliau itu bijak dalam setiap tindakan dan tegas bersikap, serta tak pernah mengeluh dalam membesarkan organisasi,” kenang Aulia Takhim atau biasa dipanggil Willy Tjokroaminoto ini.

Secara terpisah, Ketua Umum LTSI, Hamdan Zoelva mengatakan, banyak hal yang bisa dipelajari dari HOS Tjokroaminoto, selain mengenang jasa besarnya bagi kemerdekaan Indonesia. Yakni diharapkan dapat memberi inspirasi bagi generasi muda untuk mengikuti jejaknya berjuang dengan tulus bagi kemajuan dan kejayaan bangsa serta negara.

"Ide luar bisa beliau yang belum tercapai pada saat sekarang ini adalah kemerdekaan sejati, yaitu kemerdekaan bangsa dalam bidang kemandirian ekonomi serta budaya bangsa yang tumbuh dari budaya bangsa sendiri. Tidak ada negara yang benar-benar merdeka tanpa memiliki kemandirian ekonomi," kata Hamdan. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler