Hayo Siapa Mau? Kampus-kampus Ternama Ini Sedang Butuh Banyak Dosen

Senin, 28 Desember 2015 – 10:02 WIB

jpnn.com - BEBERAPA kampus ternama di Surabaya sedang membutuhkan banyak dosen. Pasalnya, program studi (prodi) favorit, jumlah mahasiswanya juga lebih banyak jika dibandingkan dengan prodi lain. 

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Unair Purnawan Basundoro mengaku, mencari dosen prodi akuntansi paling sulit. "Kalau kami buka lowongan untuk lima dosen, paling yang daftar hanya 1-2 orang. Tidak pernah lebih," kata Purnawan. 

BACA JUGA: Selain Mata Pelajaran Agama dan PPKn, Guru Sisipkan Pesan Spiritual-Sosial

Hal senada juga disampaikan Wakil Rektor I UINSA Syamsul Huda. Dia menyebut jumlah dosen prodi agama lebih dari minimal. Bahkan, mencapai 15 dosen per prodi. Namun, untuk prodi nonagama seperti akuntansi, teknik lingkungan, dan ekonomi, jumlah dosennya pas. "Lebih dari enam dosen, tapi tidak kurang dari 10. Inilah yang butuh ditambah," jelasnya.

Sebab, UINSA juga harus meningkatkan prodi-prodi nonagama yang saat ini masih dalam pengembangan. "Nanti 2016 juga ada prodi ilmu hukum dan pendidikan IPA," kata Syamsul. ''Kebutuhan dosen juga akan bertambah," imbuhnya. 

BACA JUGA: Berharap Revisi Buku K13 Libatkan Publik

Demikian halnya dengan Unesa. Di PTN yang banyak menghasilkan guru itu, daya tampung mahasiswa kian meningkat. Jumlah dosen juga harus dipacu. Prodi yang membutuhkan banyak tenaga dosen adalah bidang kependidikan. "Prodi-prodi apa yang membutuhkan banyak dosen akan kami cek lagi karena perekrutan melihat kebutuhan prodi," jelas Pembantu Rektor I Unesa Yuni Sri Rahayu.

UPN Veteran Jatim kerap kekurangan dosen pada mata kuliah bahasa Indonesia, agama, dan kewarganegaraan. Rektor UPN Veteran Jatim Prof Teguh Soedarto mengatakan, perekrutan dosen dari luar kampus menjadi salah satu upayanya. 

BACA JUGA: Menyedihkan, 30 Persen Guru di Gorontalo Kompetensinya di Bawah Standar

Untuk dosen bahasa Indonesia, pihaknya menggandeng PTN lain. Misalnya, Unesa. "Tidak masalah kerja sama dengan PTN lain karena sudah berubah status jadi negeri," katanya. 

Sementara itu, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) sering mengalami kekurangan dosen di jurusan elektro industri dan mekatronika. Selain itu, ada prodi baru seperti prodi teknologi game. "Jadi, tentu dosen juga harus ditambah," papar Wakil Direktur I PENS Rusminto Tjatur. (bri/puj/ara/c6/ai)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Revisi K13, Kemendikbud Harus Lebih Terbuka


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler