HEBOH, Akad Nikah di Masjid, Keluarga Mempelai Malah Tawuran

Kamis, 31 Maret 2016 – 18:00 WIB
Pengantin pria dan wanita. FOTO mynewshub.cc

jpnn.com - KUALALUMPUR – Upacara pernikahan sejatinya adalah momen yang sangat membahagiakan. Tapi tidak dengan pernikahan yang terjadi di Masjid Jamek Al-Khadijiah, Pantai Dalam, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu, pekan lalu. Momen bersatunya dua orang yang saling mencintai itu malah menjadi ajang tawuran keluarga mempelai pria dan perempuan. Memalukan!

Penyebabnya tawuran itu adalah uang maskawin yang kurang. Video insiden memalukan tersebut beredar di media sosial.

BACA JUGA: HEBOH! Ada Hantu Perempuan Selfie di Twitter

Kerusuhan bermula ketika pengantin pria dan keluarganya akan meninggalkan acara akad nikah di Masjid Jamek Al-Khadijiah. Pria 27 tahun itu pergi karena dilarang keluarga mempelai wanita meneruskan acara akad nikah gara-gara uang maskawin kurang.

Setelah pengantin pria bersama keluarganya beranjak dari tempat duduk dan keluar dari masjid, keluarga mempelai wanita mengamuk. Mereka memukul mempelai pria.

BACA JUGA: Tolong! Kepala Anak 5 Tahun Terjebak di Pipa Air

Akibatnya, saling serang pun terjadi di halaman masjid. Mereka saling kejar, saling melempar dengan batu dan saling pukul.

Seperti diberitakan laman mynewshub.cc yang mengutip koran lokal, insiden memalukan itu bermula saat mempelai pria tidak bisa memenuhi janjinya membawa uang maskawin sebanyak RM 15 (Rp 50 juta), seperti yang telah disepakati sebelumnya.

BACA JUGA: Perangi Radikalisme, Ibu Pemberani ini Sabet Award AS

Sehari-hari, mempelai pria bekerja sebagai satpam dan berpenghasilan RM 1.500 (Rp 5 juta).

“Ketika melamar pihak pria bersedia membawa RM 7.500 (Rp 25 juta) sebagai uang hantaran namun pihak perempuan minta RM 15 ribu (Rp 50 juta)”.

“Pengantin pria setuju. Namun meminta agar uang hantaran tersebut diangsur, yaitu sebanyak RM 10 ribu sebelum pernikahan dan sisanya lagi RM 5 ribu dibayar setelah acara,” ujar salah satu sumber.

Sumber itu menambahkan, pengantin pria sudah mengangsur RM 10 ribu sebelum pernikahan berlangsung, namun akibat gagal menyerahkan sisanya yang RM 5 ribu, keluarga pengantin perempuan tidak mengizinkan akad nikah dilanjutkan.

“Tidak terima dengan permintaan itu, pengantin pria bersama keluarganya memutuskan untuk meninggalkan acara akad nikah sebelum dia dipukul oleh seorang anggota keluarga pengantin perempuan,” katanya lagi. (one/mynewshub/ps)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Aung San Suu Kyi Jabat Supermenteri


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler