Heboh, Bupati Dikabarkan Meninggal Dunia Usai Main Bola

Selasa, 07 Mei 2013 – 08:30 WIB
SAMPIT – Masyarakat Kota Sampit, Kalteng, mendadak heboh, kemarin (6/5). Pasalnya, Bupati Kotim H Supian Hadi dikabarkan meninggal dunia. Kabar pun menyebar begitu cepat.

Tidak hanya menjadi pembicaraan masyarakat di warung kopi, pasar, tapi juga merambah ke jejaring sosial.

Media ini juga sempat mendapat pesan pendek dan broadcast dari BlackBerry. Isinya menanyakan keabsahan informasi tersebut. Di tengah kesimpang siuran kabar itu, pesan berantai yang menyebutkan bupati meninggal setelah menjalani perawatan kesehatan semakin tak terkendali.

Amrul warga Kecamatan Baamang mengaku bingung dengan infromasi tersebut. “Saya dapat informasi ini dari BBM dan SMS,” katanya. 

Amrul sebelumnya hanya mengetahui dari media cetak jika bupati Kotim mengalami cedera setelah bermain bola dan dilarikan ke UGD RS Dr Murjani Sampit. “Perkembangan selanjutnya saya kurang tahu, tiba-tiba dapat isu seperti ini,” katanya.

Ateng warga Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga juga mengaku terkejut. “Dari pagi tadi banyak SMS masuk ke handphone saya yang isinya mengatakan kalau bupati meninggal,” paparnya. 

Demikian jua dengan Adang. Warga Desa Pelantaran bingung atas informasi tersebut.  “Saya beberapa kali saya ditelpon teman menanyakan informasi itu. Saya hanya bilang tidak tahu,” ucap Andang.

Kabar ini juga menyebar jauh hingga ke Desa Terantang. “Dapat SMS dari kawan di Sampit. Isinya Bupati Kotim meninggal dunia,” ujar Iyan. Hal serupa juga dialami Fitri yang mengaku kaget setelah membaca SMS yang dikirim temannya.

“Isi sms yang saya terima mengenai Bupati telah meninggal dunia. Gara-gara sms itu sekeluarga saya sempat heboh.” ucapnya.

Kebingunguan juga menerpa sebagai anggota DPRD Kotim. Salah satu anggota DPRD Kotim Ida Laila mengaku banyak mendapat pertanyaan informasi tersebut dari pedagang di Pasar Keramat.

Bahkan sebelum turun ke kantor dirinya belum bisa memastikan kabar tersebut. Keabsahan kabar itu baru didapatnya setelah Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelola Pasar (Disperindagsar) Kotim Mudjiono menelponnya.

“Saya baru saja ditelpon Pak Mudjiono. Beliu meminta menjelaskan kepada para pedagang agar tidak resah dan khawatir, karena kondisi bupati Kotim sehat-sehat saja,” ucap Ida.

Ditemui terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kotim, dr Faisal Novendara Cahyanto langsung membantah isu tersebut. Dirinya menegaskan kondisi kesehatan Bupati Kotim baik-baik. Saat ini bupati masih menjalani perawatan. “Nanti kalau sudah sampai Sampit baru diberikan keterangan. Saat ini kondisi beliau jauh lebih membaik, dan sudah bisa jalan,” kata Faisal.

Selain itu nyeri bahu akibat cidera otot yang dialami Supian Hadi jauh berkurang. “Alhamdulillah hasil pemeriksaan tidak ada fraktur, vital sign dan hasil laboraturium normal. Insya Allah bupati akan segera balik ke Sampit,” terangnya.

Ajudan Bupati Hadrawi juga memastikan kondisi Bupati sehat dan masih menjalani perawatan kesehatan. “Beliau sehat-sehat saja, cuma kata dokter perlu istirahat sebelum kembali kerja,” kata Hadrawi melalui pesan singkatnya, kemarin (6/5). 

Menurut Hadrawi, bupati juga mengucapkan terimakasih atas doa, dukungan dan perhatian masyarakat Kotim untuk kesembuhannya.

Sementara lambanya pejabat berkompenten bereaksi atas kabar miring ini disesalkan mahasiswa di Kotim. “Isu ini sudah beredar di mana-mana, dan ini sangat meresahkan masyarakat. Coba kalau dari awal kondisi bupati di sampaikan ke publik saya rasa isu yang tidak benar ini mungkin tidak seluas ini,” ungkapnya.

Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Unda Sampit ini mengatakan sebagai pejabat publik sepatutnyalah masyarakat mengetahui perkembangan kesehatan dari pemimpin mereka yang sedang terkena musibah.

“Kalau seperti ini kan banyak asumsi-asumsi yang aneh-aneh. Persoaln ini menyangkut kepala daerah loh, nggak jamanya lagi ditutup-tutupi. Kalau ada hal yang fatal nanti pasti saling menyalahkan,” katanya.

Informasi yang dihimpun pascamendapatkan perawatan di RSUD Dr Murjani, Sabtu pagi (4/5), bupati langsung diterbangkan ke rumah sakit di Banjarmasin untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan.

Sebelumnya diwartakan Bupati Kotim Supian mendapatkan perawatan di ruang IGD RSUD Dr Murjani Sampit, Jumat sore (3/5). Penyebabnya, bupati mengalami cedera di bagian perut usai bermain sepakbola pada laga persahabatan dengan anggota Korem Palangka Raya, di  Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu. Cedera yang dialami bupati akibat benturan keras dengan penjaga gawang.

“Saat itu Pak Bupati mau mencetak ke gawang lawan, seketika itu juga penjaga gawang keluar dari sarangnya hingga terjadi benturan. Sepertinya lutut penjaga gawang mengenai perut beliau,” tutur salah satu pemain dari Tim PSSI Kotim di RSUD Murjani tadi malam.

Akibatnya Supian Hadi yang mengenakan kostum FC Barcelona itu harus ditandu keluar lapangan, padahal pertandingan tersebut baru berlangsung selama 20 menit di babak pertama.

Pertandingan sepakbola persahabatan yang dilaksanakan di Desa Pundu Kecamatan Cempaga Hulu dilaksanakan dalam rangka peresmian Koramil di kecamatan setempat. “Di sana tadi beliau sempat diberikan oksigen dari mobil ambulans, kemudian dilarikan ke rumah sakit,” ujarnya.

Setelah kejadian tersebut pertandingan antara kesebelasan PSSI Kotim berhadapan dengan aparat TNI seketika langsung dihentikan dan tidak dilanjutkan kembali.  (co/ang/fin/ton)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pertanian Bikin Jatim Memimpin

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler