Heboh Darah Segar Keluar dari Dinding Toilet Sekolah

Kamis, 04 September 2014 – 17:06 WIB
Dinding toilet SMPN 1 Petarukan yang mengeluarkan darah segar. Foto: Jateng Pos

jpnn.com - PEMALANG - Kejadian tidak wajar dan berbau mistik membuat heboh para siswa dan guru di SMP Negeri 1 Petarukan, Kabupaten Pemalang. Dinding toilet di sekolah tersebut tiba-tiba mengeluarkan darah segar. Tanpa ada sebab darah tersebut muncul dari dalam dinding hingga menetes ke lantai.

Kejadian merupakan rangkaian dari peristiwa sejumlah siswa setempat yang mengalami kesurupan selama dua hari berturut-turut, yakni sejak hari Senin (1/9) hingga Rabu (3/9). Sebagian siswa yang mengalami kesurupan belum diizinkan masuk sekolah. Alasannya agar siswa tersebut benar-benar pulih dan kembali fresh setelah mengalami kejadian di luar nalar tersebut.  

BACA JUGA: Ini Modus Pembobol ATM yang Diringkus di Jateng

Ada yang ganjil dalam kejadian tersebut, pasalnya salah satu tempat yang ditengarai sebagai pemicu terjadinya kesurupan terhadap beberapa siswa  tersebut ternyata  mengeluarkan darah segar. Darah itu keluar dari dinding salah satu toilet di bagian belakang sekolah tersebut.

"Darah itu mrentul  (tersembul, red) di dua titik yang berdekatan hingga mengalir dan menetes ke bawah," kata Aspari, Kepala TU SMP Negeri 1 Petarukan seperti dilansir Jateng Pos (Grup JPNN), Kamis (4/9).

BACA JUGA: Sudah Panas, DPP PDIP Harus Segera Tunjuk Nama

Menurut Aspari, darah yang keluar dari dinding adalah secara tiba-tiba setelah ada empat paranormal dari Pekalongan yang mencoba mendeteksi di sekitar sekolah terutama di dinding MCK siswa tersebut.

"Begitu paranormal membuat gerakan pada tangannya, tiba-tiba darah keluar dari dinding itu," ujarnya.

BACA JUGA: Politisi PKS Bilang, PDIP Sodorkan Empat Nama

Disampaikan, bahwa sejumlah siswa setempat mengalami kesurupan secara berturut-turut. Kejadian pada Senin (1/9), sebanyak 55 siswa mengalami kesurupan yang terjadi setelah mereka selesai mengikuti upacara bendera, sedangkan pada hari Selasa (02/09) ada 33 siswa yang mengalami kejadian sama. Sumber atau tempat yang dianggap memiliki pengaruh mistis itu ada 5 titik, yaitu di WC putra, WC putri,  musaola, ruang kelas 7i yang didepannya ada pohon Beringin, dan di gedung belakang yang masih dalam proses pembangunan

Nur Kholis, paranormal asal Pekalongan yang juga paman Dilla (nama salah satu siswa yang kesurupan, red) mengatakan, gedung dan areal SMP Negeri 1 Petarukan dulunya adalah bekas pabrik gula yang sampai dengan sekarang masih banyak dihuni oleh makhluk halus. Berbagai jenis makhluk halus ada di tempat itu, bahkan datang dari berbagai tempat, termasuk dari SMA Diponegoro.

"Ini tidak hanya ratusan, tapi ribuan jumlahnya," kata Kholis.

Menurut Kholis, hingga sampai terjadi kesurupan yang menimpa puluhan siswa dikarenakan saat akan mengerjakan pekerjaan di tempat tersebut tidak minta izin (kulonuwun, red) kepada penjaga atau penghuni di tempat itu. Sehingga merasa terganggu makhluk halus itu marah-marah dan sasarannya adalah para siswa yang sedang belajar.

Waka Kesiswaan SMP Negeri 1 Petarukan Toto Riyanto menyampaikan, bahwa kejadian yang sempat membuat bingung seluruh guru dan karyawan sekolah itu saat ini sudah reda. Siswa sudah bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa.
Berkaitan dengan kegiatan di sekolah menyangkut pembangunan dan kegiatan lainnya, memang dibenarkan olehnya, bahwa pihak sekolah sebelumnya tidak konsultasi dengan orang-orang pintar bagaimana baiknya jika akan memulai pekerjaan di tempat tersebut.

Namun demikian kata Toto, ke depan akan mengupayakan kegiatan-kegiatan yang bersifat agamis di sekolah itu. Seperti setiap hari sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, sekolah akan mengumandangkan surat Yaasin yang diputar melalui kaset, CD dan diperdengarkan menggunakan pengeras suara.

Pada setiap Jum'at pagi seluruh siswa juga untuk mengikuti pembacaan surat Yaasin yang dipandu oleh wali kelas masing-masing. Selain itu, mulai minggu depan juga diberlakukan salat berjamaah zuhur di musala sekolah setempat bagi guru dan siswa serta salat Jum'at yang dibagi per 3 kelas secara bergiliran. (rid/jateng pos/ris)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cium Tangan Bidan, Kades Didenda Seekor Kerbau


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler