Heboh, Polisi India Tangkap Seekor Merpati Mata-Mata Pakistan

Rabu, 27 Mei 2020 – 11:20 WIB
Polisi India menetapkan seekor burung merpati sebagai tersangka mata-mata Pakistan. Foto: Georges Gobet/AFP

jpnn.com, KASHMIR - Polisi India menangkap seekor burung merpati yang diduga jadi mata-mata untuk Pakistan. Kini burung itu terpaksa mendekam di balik jeruji besi tanpa bisa membela diri.

Kisah aneh tetapi nyata ini bermula ketika burung malang itu masuk ke rumah Geeta Devi, seorang warga di Distrik Kathua, wilayah Kashmir yang dikuasai India, pada Minggu (24/5) malam.

BACA JUGA: Tinggal Tunggu Terompet, Ribuan Tentara India dan Tiongkok Siap Perang

Melihat burung itu membawa sebuah cincin di kakinya, Devi langsung melapor ke petugas keamanan perbatasan yang kemudian menangkap burung itu dan menyerahkannya ke polisi setempat.

Menurut pejabat kepolisian, ada pesan tersembunyi di cincin yang dibawa burung tersebut. Karenanya, hewan tersebut langsung ditetapkan sebagai tersangka mata-mata Pakistan.

BACA JUGA: Ratusan WNI Dipulangkan dari India Selama Pandemi, Termasuk Keluarga Perwira TNI

"Merpati itu, yang diduga telah dilatih untuk memata-matai oleh Pakistan, membawa cincin dengan alfabet dan angka tertulis di dalamnya," ujar pejabat tersebut kepada Times of India.

"Meski burung bebas bermigrasi melintasi batas internasional, tetapi cincin berkode di burung itu menjadi alasan kuat untuk mencurigainya," lanjut sang sumber.

BACA JUGA: 200 WNI dipulangkan dari India Selama Pandemi Covid-19

Ini bukan pertama kali India mencurigai Pakistan menggunakan merpati untuk mengantar pesan rahasia.

Pada 2015 silam, otoritas India menangkap seekor burung yang terbang melintasi perbatasan dari Pakistan. Di bulu burung itu ditemukan sebuah pesan dalam bahasa Urdu, bahasa nasional Pakistan.

Seperti diketahui, wilayah Kashmir telah diperebutkan India dan Pakistan selama beberapa dekade terakhir. Namun, tensi di wilayah tersebut baru-baru ini meningkat setelah India mencabut status otonomi khusus untuk wilayah Kashmir yang dikuasainya. (The Telegraph/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler