Heboh! Presiden Selfie Berlatar Peti Jenazah

Selasa, 15 September 2015 – 07:00 WIB

jpnn.com - ISTANBUL - Aksi berfoto selfie yang dilakukan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbuntut panjang. Salah satu majalah di Turki mengabadikan selfie yang dilakukan Erdogan dan memakainya sebagai sampul utama.

Tak ingin kian menanggung malu, Erdogan kemarin (14/9) memerintah pasukannya untuk datang ke kantor media tersebut dan menyita majalah yang siap edar.

BACA JUGA: Mengerikan! Militer Mesir Salah Tembak, 12 Turis Tewas, Kini…

Erdogan memang pantas panik. Sebab, foto yang dipakai majalah Nokta tersebut menunjukkan presiden ke-12 Turki tersebut tengah selfie dengan latar pasukan yang mengusung peti jenazah yang ditutupi bendera Turki.

Saat kejadian, Erdogan memang tengah menghadiri pemakaman prajurit yang tewas dalam serangan ke militan PKK Kurdi. Jika dalam foto tersebut Erdogan menunjukkan wajah sedih, mungkin tak ada masalah. Namun, pemimpin asal Partai Keadilan dan Pembangunan itu justru tersenyum dan menunjukkan sederet giginya.

BACA JUGA: Lihat nih, Tiongkok Catat Rekor Memasak Kepiting

 Fotografer Nokta menangkap momen tersebut, mengabadikan, dan menjadikannya sebagai sampul bagian depan edisi terbaru mereka. Rangkaian foto-foto selfie Erdogan saat kejadian plus kritik tajam mengisi bagian dalam majalah.

Nokta menyatakan bahwa Erdogan telah mengeksploitasi kematian para prajurit untuk menciptakan kesan patriotik dan mendulang suara dalam pemilu 1 November mendatang.

BACA JUGA: Lima Tahun Lagi, Saudi Tambah 30 Juta Kuota Haji

 Kritik tersebut tentu saja dibantah pemerintah. Kemarin dini hari polisi antiterorisme Turki langsung mendatangi kantor pusat Nokta di Distrik Okmeydani, Istanbul. Namun, karena kantor sudah tutup, mereka terpaksa pergi.

"Polisi datang ke kantor kami pukul 01.30. Saya rasa salinan (majalah) Nokta akan disita," tulis Kepala Editor Nokta Cevheri Guven di akun Twitter-nya. Polisi kembali lagi pagi, lalu membawa beberapa barang serta dokumen.

 Berdasar laporan yang dirilis harian Hurriyet, Nokta telah menghina presiden serta menyebarkan propaganda terorisme. Pihak kejaksaan memerintah polisi melakukan pencarian dan menyita majalah yang sudah dicetak serta siap edar. Akun Twitter milik Nokta juga diblokir. Meski begitu, foto sampul halaman depan Nokta tersebut sudah menyebar luas di dunia maya.

 Nokta pun menyatakan bahwa sampul depan majalah mereka itu terinspirasi foto selfie mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dengan latar ledakan perang Iraq pada 2013.

 Kejadian itu membuat Nokta terancam tidak lagi bisa eksis. Majalah anti pemerintah tersebut baru kembali beredar Mei lalu. Pada 2007 Nokta dilarang beredar setelah menerbitkan artikel tentang plot dua kudeta militer yang terjadi di Turki pada 2004. (AFP/sha/c10/ami)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Duarrrr.... Tabung Gas Restoran di India Meledak Tewaskan 104 Pelanggan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler