Heboh, Ratusan Prajurit Yonif 8 Marinir Serang Rumah Danyon

Jumat, 20 Oktober 2017 – 19:58 WIB
Prajurit TNI Marinir Batalyon Infanteri (Yonif) 8 sedang menandu rekan mereka. Foto-Foto: sumutpos

jpnn.com, LANGKAT - Komplek rumah dinas anggota TNI AL di Bumi Tangkahan Lagan, Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara mendadak heboh, Kamis (19/10) sore.

Pasalnya, seratusan anggota TNI AL Batalyon Infanteri (Yonif) 8 Marinir mengamuk.

BACA JUGA: Sebelum Tidur di Rel Kereta, Korban Lepas Semua Bajunya

Mereka menyerang rumah Komandan Batalyon Infanteri-8 Marinir (Danyonif-8 Mar) Letkol Mar Sudrajat Suhana Putra SE MTr Hanla serta Wadan Yonif-8 Marinir Mayor Mar Yoppie Febrian Tanjung,

Akibat penyerangan itu, Danyon Letkol Mar Sudrajat Suhana Putra terluka dan rumah serta mobil dinasnya juga rusak berat.

BACA JUGA: Peredaran Narkoba di Sumut Luar Biasa, No 2 Se-Indonesia

Seperti dilansir pojoksatu (Jawa Pos Group) kejadian itu dipicu tewasnya seorang anggota Yonif 8 Marinir Praka Joko Suwito saat latihan di TNGL Langkat.

Diduga, Praka Joko tewas akibat dehidrasi atau kekurangan cairan.

BACA JUGA: Ini Kronologis Uang Rp 6 Miliar yang Dilarikan Pegawai BRI

Walau sempat dibantu Tim Medis dari Pleton kesehatan (Tonkes), nyawa Praka Joko tetap tidak dapat diselamatkan.

Akibat medannya cukup berat hingga sulit terjangkau.

Ambulans pun tidak ada.

Sementara dua rekannya Kopda Marinir Darianto dari kesatuan Marinir 103 dan Praka Mar Didi Sugeng 111 masih bisa diselamatkan.

Belum diketahui penyebabnya, tiba-tiba mereka langsung menyerang rumah dan mobil pimpinan mereka.

Informasi tewasnya Praka Joko pun cepat sampai ke telinga rekannya sesama prajurit yang berada di dalam markas.

Mereka pun mencoba meminta pertanggungjawaban pimpinan mereka.

Belum diketahui penyebabnya, tiba-tiba mereka langsung menyerang rumah dan mobil pimpinan mereka.

Menurut seorang sumber di Langkat, penyerangan itu menyebabkan rumah Danyon mengalami kerusakan.

Dua unit mobil pun mengalami pecah pada bagian kaca depan diduga karena dihantam benda keras.

Mobil dinas Danyon yang dirusak marinir yang marah setelah rekannya tewas dehidrasi saat latihan.

"Danyon terluka dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Kaca rumah dan kaca mobil juga pecah. Sementara polisi yang sudah ada di lokasi juga disuruh menjauh, karena takut menjadi sasaran," ujar sumber yang tidak ingin namanya disebutkan.

Sedangkan Kadispen Lantamal I, Mayor Laut (KH) Sahala Sinaga saat dikonfirmasi membenarkan tewasnya seorang Prajurit Marinir yang bertugas di Yonif 8. Untuk sementara, kematian korban diduga dehidrasi atau kekurangan cairan karena kehausan.

Kondisi rumah dinas Danyon Letkol Mar Sudrajat Suhana Putra rusak, setelah diserang marinir, Kamis (19/10) sore.

"Kita masih menunggu hasil medis, apa sebenarnya penyebab kematian korban, yang jelas untuk saat ini karena kekurangan cairan. Jadi, pihak medis sedang mengecek penyebab lain kematian korban," jelas Sahala.

Disinggung soal adanya penyerangan yang dilakukan Prajurit Marinir ke rumah Komandan dan Wakil Komandan Yonif 8 Marinir, Sahala membantah, para prajurit datang untuk menyampaikan aspirasi atas keluhan selama kegiatan.

"Tidak ada penyerangan, tidak benar itu. Mereka datang hanya meminta agar latihan tidak begitu keras," kata Sahala.

Ditambahkan perwira berpangkat satu bunga emas melati ini, soal adanya komandan dan wadan masuk rumah sakit serta kendaraan rusak tidak benar. "Komandannya sehat saja dan tidak ada yang rusak, isu yang tersebar hanya dibesar-besarkan," ungkap Sahala. (tim)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Buwas Sebut Bandar Narkoba Mulai Sasar Balita


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler