Helikopter Bertabrakan di Udara, Dua Tewas

Minggu, 08 November 2020 – 15:59 WIB
Kecelakaan helikopter di Taman Melawati, Kuala Lumpur, dilaporkan terjadi pada jam 11.50, Minggu, 8 November 2020. ANTARA Foto/Ho-Telegram

jpnn.com, KUALA LUMPUR - Menteri Perhubungan Malaysia Wee Ka Siong membenarkan insiden helikopter bertabrakan di udara Kuala Lumpur pada Minggu (8/11). Dalam kejadian itu dua orang dilaporkan tewas.

Menurut keterangan resminya, dua helikopter itu sedang melakukan latihan penerbangan.

BACA JUGA: Joe Biden Berpidato, Kalimatnya Diarahkan kepada Pendukung Trump

Kecelakaan helikopter ini terjadi di Taman Melawati, Kuala Lumpur itu dilaporkan Pukul 11.50 waktu setempat, Minggu.

Insiden yang terjadi di daerah Bukit Melawati itu melibatkan dua helikopter 9M-HCA & 9MHCB jenis G2CA.

BACA JUGA: Tahniah dan Harapan Presiden Jokowi untuk Kemenangan Joe Biden di Pilpres AS

Menhub Wee Ka Siong menjelaskan bahwa kedua helikopter itu sedang melakukan latihan penerbangan setelah lepas landas dari Lapangan Terbang Sultan Abdul Aziz Shah (LTSAAS), Subang, dengan empat orang kru.

"Kedua helikopter ini dilaporkan bertabrakan sesama mereka sendiri di udara, di mana satu helikopter telah terhempas dan satu lagi berhasil membuat pendaratan darurat di kawasan lapang dekat SJKT Taman Melawati," katanya.

BACA JUGA: Hasil Pilpres AS Sudah Jelas: Biden Menang, Trump Mengeyel

Kuala Lumpur Aeronautical Rescue Coordination Centre (KL ARCC) telah diaktifkan untuk membantu operasi penyelamatan.

"Informasi terbaru yang diterima menyatakan bahwa dua orang meninggal dunia dan dua lagi korban sedang menerima perawatan pengobatan," kata Wee.

Atas insiden itu, penyelidikan teknikal berdasarkan Annex 13 – Aircraft Accident and Incident Investigation, International Civil Aviation Organisation (ICAO Annex 13) telah dilakukan oleh pasukan Biro Penyelidik Kecelakaan Udara (BSKU), Kementerian Perhubungan Malaysia.

Berdasarkan ICAO Annex 13, laporan awal penyelidikan perlu disediakan dalam waktu 30 hari dari tanggal kejadian kecelakaan udara tersebut.

"Tujuan utama penyelidikan dilaksanakan adalah untuk menentukan keadaan dan penyebab kecelakaan dengan tujuan untuk menyelamatkan nyawa dan juga mengelakkan terjadi kecelakaan yang sama pada masa mendatang," katanya.

Nantinya, tim akan mengeluarkan satu laporan penuh terkait hasil penyelidikan termasuk rekomendasi bagi keselamatan penerbangan umum setelah keseluruhan penyelidikan selesai.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler