Hemat Energi, Tirulah Chavez

Jumat, 30 Maret 2012 – 05:26 WIB

JAKARTA - Indonesia perlu meniru strategi penghematan energi yang dilakukan Republik Venezuela. Sebab, negeri ini punya strategi khusus dalam perubahan industri energi atas gagasan presidennya melalui proyek industri migas.

’’Presiden Chavez telah membawa perubahan besar dalam industri migas di Venezuela melalui proyek Simon Bolivarian yang digagaskan pada 1999. Terdapat tujuh haluan strategis dalam proyek tersebut salah satunya strategi  perubahan industri energi,’’ ucap Ketua Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PPSUV) yang dipimpin Asdrubal Adrian Colina Soto pada kunjungan delegasi dengan Ketua DPD RI Irman  Gusman di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (29/3).

Venezuela, dulunya dikenal sebagai negara yang kekayaan alamnya dieksploitasi. Namun sejak kehadiran Presiden Chavez, semuanya berubah. Satu tahun terakhir pemerintah memberlakukan UU penggunaan rasional dan efisiensi sumber daya energi. Sebuah kebijakan yang diterapkan tidak lagi pada pembatasan energi, tapi lebih kepada membangun kesadaran dan budaya hemat energi.

’’Ini agar masyarakat Venezuela menyadari bahwa energi yang tidak terbaharukan tersebut dapat terus bertahan sampai generasi mendatang,’’ tegas Asdrubal.

Prinsipnya, tambah Asdrubal, adalah mengajarkan budaya hemat energi pada rumah tangga di Venezuela. Selain itu pentingnya perlakuan terhadap bumi, yaitu kebijakan untuk melestarikan lingkungan. Implementasi dari undang-undang ini adalah memberikan penghargaan atau hadiah kepada institusi atau instansi yang berhasil melakukan efisiensi energi di instansinya. Namun faktanya, pengguna energi terbesar di Venezuela ada di kantor pemerintahan.

’’Sebagai contoh, Air Conditioner (AC) di ruangan kantor pemerintahan di-setting pada 16 derajat, padahal idealnya cukup 23 derajat,’’ jelasnya.

Asdrubal mengatakan, proyek Simon Bolivarian ini telah meningkatkan kemampuan daya beli masyarakat Venezuela. ’’Sebelumnya banyak warga Venezuela yang belum memiliki kendaraan dan AC di rumahnya, tapi kini sudah cukup banyak yang memilikinya,’’ tambahnya.

Selain itu, pemerintah Venezuela ke depan akan menerapkan pembangkit tenaga listrik tenaga angin. Jika sebelumnya menggunakan pembangkit listrik tenaga air dapat dihasilkan tenaga listrik dengan kapasitas 16 ribu MW listik, maka untuk proyek jangka panjang pemerintah akan membangun pembangkit listrik tenaga angin yang diperkirakan dapat menghasilkan tenaga listrik dengan kapasitas 17 ribu MW.

Disisi lain, ketua Partai Persatuan Sosialis Venezuela ini menyatakan kekagumannya terhadap sistem konstitusi di Indonesia. Sistem bikameralisme yang mengacu pada pembagian kekuasaan di lembaga legislatif ke dalam dua kamar, yakni DPR RI dan DPD RI memenuhi kebutuhan rakyat. ’’Kami tertarik dengan model parlemen di Indonesia, yaitu keberadaan DPD yang mewakili kepentingan daerah, bukan dari partai politik,’’ jelasnya.

Menanggapi hal ini, Irman Gusman mengatakan keberadaan DPD RI sangat penting karena langsung mewakili rakyat tanpa ada sekat ideologi, budaya, dan agama. ’’Kami juga dipilih langsung rakyat, sehingga kami tak dibatasi kepentingan pihak manapun kecuali kepentingan rakyat,’’ terang senator asal Sumatera Barat ini.

Meski demikian, Ketua DPD RI ini mengatakan Indonesia perlu meniru sistem demokrasi partisipatif yang ada di Venezuela karena terbukti mensejahterakan rakyat. Sebab, demokrasi partisipatif merupakan demokrasi yang dilaksanakan berdasarkan aspirasi dan mengutamakan nilai-nilai masyarakat dalam pengambilan suatu keputusan dan dilandasi semangat kebersamaan menjalankan suatu keputusan politik. ’’Nilai-nilai itulah yang perlu diterapkan di Indonesia,’’ katanya. (fdi)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Mobil Patroli Polisi Dibakar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler