Hendrar Prihadi Beberkan Politik Hijau yang Dijalankannya di Kota Semarang

Sabtu, 20 Februari 2021 – 19:44 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (ANTARA/ I.C.Senjaya)

jpnn.com, JAKARTA - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan komitmennya dalam melaksanakan Politik Hijau. Hal itu diimplementasikan melalui manajemen pengelolaan dan pengendalian sampah.

Menurut Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, Semarang merupakan kota yang berpotensi terkena banjir rob.

BACA JUGA: Keren Banget, Pujian Andre Hehanusa untuk Ikhtiar PDIP Gaungkan Politik Hijau

Kondisi itu bukan hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Buktinya, dalam kurun waktu 2018-2020, setiap tahun volume sampah yang diolah oleh Pemerintah Kota Semarang terus meningkat.

Dari awalnya 850 ton sampah per hari di 2018, kini volumenya sudah meningkat hingga 1.200 ton sampah perhari.

BACA JUGA: Pramono Anung, Tjahjo Kumolo, Hingga Hasto Ungkap Doktrin Megawati soal Politik Hijau

Sebanyak 62 persen dari sampah itu berjenis sampah organik, sisanya nonorganik seperti plastik. Semuanya diolah di TPA Jatibarang, Semarang.

Hal itu disampaikan Hendi dalam diskusi virtual bertajuk Politik Hijau PDI Perjuangan pada Sabtu (20/2) yang ditayangkan secara langsung dari youtube dan akun facebook @pdiperjuangan.

BACA JUGA: Jakarta Banjir, Ferdinand Langsung Sebut Anies Takabur, Sombong, Bohong

"Diprediksi jumlah sampah ini akan terus meningkat seiring peningkatan perekonomian, dan lain sebagainya," kata Hendi.

Dia menjelaskan untuk mengupayakan pengendalian sampah, pemerintah Kota Semarang menerapkan kebijakan 'WaterFront City' yang berarti menjaga agar sungai bersih dari sampah.

Mantan anggota DPRD Jateng periode 2009-2014 ini juga mengeluarkan peraturan tentang pengendalian penggunaan plastik. Dia pun menunjukkan foto tentang bagaimana perbedaan Kali Semarang sebelum dan sesudah kebijakan itu diberlakukan.

Tidak lupa, pihaknya menyertakan gambar masjid yang terletak di pinggir Kali Mberok, Kota Semarang, sebelum dan sesudah kebijakan itu dilaksanakan.

Sementara untuk pengelolaan sampah, Hendi menjelaskan jajarannya melakukan upaya pengolahan limbah sampah menjadi energi listrik dan gas.

Sebagian limbah juga dijadikan bata ecobrick dan aspal plastik yang dimanfaatkan sebagai bahan pembangunan sejumlah proyek di kota itu.

BACA JUGA: TNI Bakal Kerahkan 10.000 Prajurit untuk Pelacakan Kasus Covid-19

"Kami juga menggiatkan 220 bank sampah yang tersebar di 177 kelurahan," beber kepala daerah kelahiran 30 Maret 1971 ini.

Bukan sekadar pengelolaan sampah, Hendi mengaku Politik Hijau Kota Semarang juga mengarah ke konsep green city.

Selain mengeluarkan peraturan tentang bagunan gedung hijau, Hendi mengaku juga mengarah ke pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (panas matahari), bayu (angin), dan hidro (air).

BACA JUGA: Penjelasan Gubernur Anies soal Banjir Jakarta Hari Ini, Wajar?

Mantan ketua KNPI Jawa Tengah itu menyadari pihaknya tak bisa melakukan semua itu tanpa dukungan dari partainya, PDI Perjuangan (PDIP).

Hendi dan kepala daerah PDIP lainnya sejak awal memang selalu diingatkan dan ditanamkan nilai bahwa berpolitik bukan sekadar memenangkan pemilihan.

"Namun bagaimana politik itu harus meningkatkan kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat yang salah satunya menjaga kualitas lingkungan," pungkasnya.(ast/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler