Hendrawan Sebut 1 Kriteria Capres 2024, Rindu Masa Kejayaan Era Soekarno

Senin, 21 November 2022 – 08:19 WIB
Capres 2024 harus sosok yang paham geopolitik dengan kejayaan Indonesia. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Ketua Relawan Pendekar Indonesia Hendrawan Saragi menyebutkan kriteria calon presiden (capres) di Pilpres 2024.

Menurutnya, presiden RI periode 2024-2029 harus sosok pemimpin yang memahami geopolitik.

BACA JUGA: Ratusan Mak-Mak di Jember Sepakat Mendukung Ganjar Maju di Pilpres

"Giliran semua pihak untuk memindai calon presiden 2024-2029 yang akan memikul tanggung jawab kepemimpinan geopolitik untuk menjaga perdamaian dunia, untuk menyelamatkan peradaban, dan melayani umat manusia," kata Hendrawan Saragi dalam keterangannya diterima di Jakarta, Senin (21/11).

Negara-negara di dunia termasuk Indonesia, kata Hendrawan, tentu memiliki tantangan yang dihadapkan dengan perubahan drastis dalam lanskap internasional, terutama upaya eksternal untuk memeras dan memberikan tekanan.

BACA JUGA: Hasil Survei: Pilpres Berpotensi 2 Putaran, Prabowo Menang

"Karena itu mesti menjaga keseimbangan kekuatan pertahanan melawan kekuatan jahat di mana-mana, di Eropa dan Asia dan Afrika, di Atlantik dan Pasifik, baik di darat, udara dan laut," kata Hendrawan.

Karena itu lah, kata Hendrawan Saragi, Indonesia membutuhkan calon presiden yang paham akan geopolitik.

BACA JUGA: Survei Voxpol: Ini Sosok Paling Jos jadi Cawapres Pendamping Anies Baswedan

Hendrawan mengajak untuk kembali mengulang masa kejayaan pendiri bangsa Presiden Soekarno yang memiliki rasa cinta kebebasan politik.

"Kiranya ada pemimpin yang muncul dengan ketegasannya, kecerdasannya, sehingga pantas memperjuangkannya," kata dia.

Dia mengatakan, Soekarno dan yang lainnya yang memimpin kelahiran Negara Indonesia bisa disebut sosok yang non-intervensi, memberikan alternatif dalam dalam 'to build the world a new" (membangun dunia yang baru).

"Ini adalah sebuah peradaban yang khas dan potensi warisan pendiri negara kita. Dalam praktiknya, kata-kata itu berarti tidak ada campur tangan dalam kontroversi dan perang dan penolakan terhadap intrusi kekuatan, sistem, dan ambisi negara mana saja," ujarnya. (antara/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler