Herli Depresi Sejak Ibunya Meninggal, Sepupu Ditusuk, Rumah Dibakar, Begini Jadinya

Rabu, 18 Agustus 2021 – 20:30 WIB
Polisi memberikan garis polisi di lokasi kebakaran yang menghanguskan 16 unit rumah di Alalak Selatan RT 01, Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan, Selasa (17/8) dini hari. FOTO: MAULANA/RADAR BANJARMASIN

jpnn.com, BANJARMASIN - Kebakaran melanda belasan rumah di kawasan padat penduduk tepatnya di Alalak Selatan RT 01, Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan, Selasa (17/8) dini hari.

Kebakaran itu bukan akibat korsleting listrik atau kompor meledak, melainkan sengaja dibakar. Pelakunya adalah salah satu warga setempat bernama Herli yang sengaja membakar rumah peninggalan orang tuanya.

BACA JUGA: Suami Temukan Istri dan Anaknya Tewas Bersimbah Darah di Bagasi Mobil, Ngeri

Perkaranya berawal dari cekcok mulut dengan saudaranya. Bahkan, sebelum api berkobar hebat, pria 40 tahun itu menusuk sepupunya Mulyono.

Pria 43 tahun itu ditusuk saat mencoba menenangkan Herli. Dampaknya, belasan rumah terbakar. Butuh satu jam bagi sukarelawan damkar untuk memadamkannya.

BACA JUGA: Tim Resmob Bergerak, 3 Pengancam Polisi Disergap, Letusan Tembakan Terdengar 2 Kali

Saksi mata, Tajeri menceritakan, Herli awalnya ribut dengan saudara perempuannya.

“Herli tampaknya marah karena rumah orang tuanya dijual sang kakak. Entah karena soal pembagian harta atau apa. Entahlah,” kata sekretaris rukun tetangga itu.

BACA JUGA: Uang Mahar Dibawa Kabur Calon Pengantin Wanita, MZ Gagal Menikah

Sebelum ibu mereka meninggal dunia, rumah itu dijual untuk melunasi utang-utang keluarga.

“Baru sepekan lalu meninggal dunia. Setelah ibunya tiada, Herli jadi sering marah dan mengamuk. Ia sempat mau bunuh diri dengan cara menceburkan diri ke sungai,” tambah pria 51 tahun itu.

Tajeri menduga Herli memang dirundung depresi. “Setahu saya, semasa remaja memang pernah dirawat karena gangguan jiwa. Tetapi setelah beristri dan memiliki empat anak, normal-normal saja. Baru sekarang depresi lagi,” sambungnya.

Awalnya, Herli membakar kasur tidur. Bangunan rumah dari kayu membuat api menjalar ke mana-mana dengan cepat.

“Kami sempat menyiram kasurnya. Tetapi api sudah keburu menjadi-jadi,” tukas Tajeri.

Makin mencekam, saat rumahnya terbakar, Herli sempat mengunci dirinya di dalam. Diduga ia berusaha membakar dirinya.

Warga yang ingin mencegahnya terpaksa mundur melihat pisau di tangannya. “Tak lama, ia berlari keluar. Langsung menceburkan diri ke sungai. Sekujur badannya melepuh, terkena luka bakar,” lanjutnya.

Setelah kebakaran dipadamkan, baru warga mulai menyisir sungai untuk mencari Herli. “Kami temukan ia sedang berendam di sungai. Langsung kami amankan ke mapolsek,” tutup Tajeri.

Sementara itu, Ketua RT 01, Eva Rosalin menyebutkan, 16 rumah terdampak kebakaran. 10 rumah ludes, sisanya rusak ringan dan berat.

“Sebanyak 20 keluarga atau 67 jiwa kehilangan tempat tinggal. Mereka mengungsi ke rumah kerabatnya masing-masing,” kata Eva.

Perihal masalah di keluarga Herli, Eva mengaku kurang mengetahuinya. “Saya tidak tahu. Sekarang saya hanya mengusahakan agar ada bantuan pemerintah dan dapur umum agar korban kebakaran tetap bisa makan,” tegasnya.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Banjarmasin Utara, Kompol Indra Agung Putra Perdana mengungkap, pelaku dan korban masih ditangani tim medis Rumah Sakit Ansari Saleh.

“Mulyono menderita luka tusuk di perut. Ketika berusaha menghalangi Herli, ia diserang dengan pisau,” jelasnya.

Dari keterangan istrinya, Herli memang sering melamun sejak ibunya meninggal.

“Beberapa jam sebelum kejadian, karena perilakunya yang tak wajar, ia sempat dibawa ke orang pintar untuk diobati,” tambah Indra.

BACA JUGA: Mbak Farida Setiap Hari Buka Warung Sayur, Ternyata Cuma Kedok Belaka

“Motifnya masih kami dalami. Pelaku juga masih dirawat intensif,” tutupnya. (lan/fud/ema/prokal.co)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler