Herzaky: Kubu Moeldoko Harus Meminta Maaf kepada Rakyat dan Presiden Jokowi

Minggu, 04 April 2021 – 20:30 WIB
Presiden Jokowi bersama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, di Istana Merdeka, Kamis (26/9). Ilustrasi/Foto: M Fathra Nazrul Islam/JPNN.com

jpnn.com, BOGOR - Partai Demokrat (PD) mendesak kubu KLB PD Deli Serdang pimpinan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko segera meminta maaf kepada rakyat dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kubu Moeldoko yang harus minta maaf kepada rakyat dan Presiden," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP PD Herzaky Mahendra Putra dalam keterangan tertulis di Bogor, Minggu (4/4).

BACA JUGA: Ada Lagi yang Mendorong SBY - AHY Minta Maaf kepada Jokowi, Simak Kalimatnya

Menurut Herzaky, kubu Moeldoko harus meminta maaf kepada Presiden Jokowi karena telah menyeret nama Kepala Negara dalam berbagai kesempatan.

"Kami pun sama sekali tidak pernah menuding keterlibatan Bapak Presiden dalam gerakan yang menimpa kami kemarin. Yang kami sampaikan adalah adanya usaha mencatut nama Bapak Presiden," ucap Herzaky, berdalih.

BACA JUGA: Gubernur Papua Dianggap Bikin Malu Indonesia, Mendagri Harus Beri Teguran Keras

Sementara itu, permintaan maaf kepada masyarakat juga harus dilakukan kubu Moeldoko karena dua hal. Pertama, KLB dianggap membuat bising ruang publik.

"Tidak ada nilai-nilai demokrasi yang bisa diteladani. Justru kelompok Moeldoko selama dua bulan ini mempertontonkan perilaku yang tidak menaati hukum dan mengabaikan etika, moral, serta kepatutan," ujar Herzaky.

BACA JUGA: Mendagri Tito Kunjungi Papua dan Papua Barat, Mampir di Venue PON

Alasan kedua, kubu Moeldoko dianggap telah merepotkan pejabat negara, dan mengganggu pelayanan publik di Kementerian Hukum dan HAM.

"Masih saja kelompok Moeldoko ini memaksakan diri dan membuat waktu para pejabat Kemenkumham yang seharusnya bisa lebih produktif untuk kepentingan rakyat, jadi tersita untuk meneliti dan mempelajari berkas-berkas mereka," kata Herzaky. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler