Hiburan Dikurangi, Alkohol Dibatasi, Thailand Siap Berkabung

Jumat, 14 Oktober 2016 – 15:57 WIB
Ratusan warga antre untuk melakukan penghormatan terakhir kepada Raja Bhumibol Adulyadej, di Grand Palace, Bangkok, Jumat (14/10). Foto: AFP

jpnn.com - BANGKOK - Keputusan pemerintah Thailand memberlakukan berkabung nasional selama satu tahun, memicu kewaspadaan sejumlah pelaku bisnis pariwisata.

Kehilangan Sang Raja, Bhumibol Adulyadej, yang meninggal Kamis (13/10) sore kemarin, sangat membekas buat masyarakat Negeri Gajah Putih.

BACA JUGA: Jangankan Jokowi, Obama pun Ikut Kagum

Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-O-Cha telah mengumukan, seluruh pelosok negeri untuk berkabung selama satu tahun. 

Selain itu, selama 30 hari, semua kegiatan yang berkaitan dengan hiburan juga dikurangi, peredaran alkohol otomatis harus dibatasi.

BACA JUGA: Raja Bhumibol di Mata Pak Jokowi

Nah, pada Jumat (14/10), Bangkok Post melansir bahwa perusahaan terkait pariwisata, agen perjalanan dan maskapai-maskapai Asia kini bersiap menghadapi konsekuensi kebijakan tersebut terhadap bisnis mereka.

Pihak Hana Tour Service misalnya, salah satu operator tur besar dari Korea Selatan mengaku sedang memantau situasi potensi bisnis mereka.

BACA JUGA: Saat Raja Bhumibol Sakit, Bursa Saham Terpuruk, Ketika Mangkat...

Meskipu terlalu dini mengukur dampak langsung dari pariwisata Thailand, yang jelas, pembatasan alkohol dan 12 bulan berkabung bisa berdampak berkurangnya minat wisatawan mancanegara melancong.

Selama ini, Thailand menjadi salah satu tujuan favorit wisman dari Eropa dan Asia. Namun dengan situasi terkini, semua pendatang diminta lebih menghormati dan memahami kondisi di Thailand.

Bangkok Post juga melaporkan, Kedutaan China di Thailand telah mengeluarkan pemberitahuan kepada warganya yang berkunjung ke Thailand, untuk mengikuti dan menghormati adat atau prosesi yang sedang dilakoni rakyat di Thailand. (adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ditinggal Raja, Thailand Berkabung Satu Tahun Penuh, Sedih..


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler