Hidayat Nurwahid 'Kartu AS' -nya PKS

Selasa, 10 Februari 2009 – 20:46 WIB
JAKARTA--Mantan Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid paling berpeluang diusung sebagai calon presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS)Selain bernilai jual paling tinggi, Hidayat juga dinilai paling akseptabel bagi parpol lain andai saja PKS harus menggalang koalisi pada pilpres mendatang.

"Saya kira Pak Hidayat lah yang akan diusung PKS

BACA JUGA: Dirut Pertamina Harus Buktikan Janjinya

Dari semua kandidat, memang beliau paling 'saleable' dan bisa diterima hampir semua kalangan," tegas Ketua DPP PKS, Zulkiflimansyah usai mengikuti Diskusi Partai Golkar bertajuk Wacana dari Slipi tentang Koalisi Parpol Sebelum atau Sesudah Pemilu, di Kantor DPP Golkar Slipi, Jakarta, Selasa 10 Februari.

Hanya saja, penetapan capres PKS secara resmi diagendakan dilaksanakan setelah pemilu legislatif
Penetapan capres PKS ini, merupakan domain Majelis Dewan Syuro DPP PKS dengan melibatkan pertimbangan dan masukan Majelis Syuro di daerah Selain Hidayat Nur Wahid, tujuh kandidat capres PKS lainnya yang resmi diumumkan Majelis Syuro DPP PKS medio November 2008 lalu adalah Presiden PKS Tifatul Sembiring, Dubes RI untuk Arab Saudi Salim Assegaf Al Jufri, Sekjen DPP PKS Anis Matta, Shohibul Iman, Irwan Prayitno, Suharna serta Surahman Hidayat.

Meski akan menetapkan Hidayat sebagai Capres, sikap PKS apakah akan mengusung capres sendiri atau melakukan koalisi pada pilpres 209 belum pasti

BACA JUGA: Singapura Diduga Lindungi GM

Masih bergantung pada pencapaian suara PKS pada pemilu legislatif mendatang
"Tapi kalau melihat pemilu yang multipartai, hampir dipastikan PKS akan melakukan koalisi

BACA JUGA: Polisi Belum Kontak Interpol

Pada pemilu mendatang sendiri, PKS hanya menargetkan suara 15 persen," tambah ZulkiflimansyahDalam UU Pemilu, disebutkan syarat parpol atau gabungan parpol yang akan mengusung Capres dan cawapres harus memperoleh suara minimal 20 persen pada Pemilu Legislatif.

Terkait koalisi, keinginan pemilih PKS berdasarkan Survey Reform Institute, paling menginnginkan Partai Demokrat sebagai parner koalisi, yang hampir pasti akan menetapkan SBY sebagai Capres usai pemilu legislatif mendatangDi urutan kedua dan ketiga, lembaga survei pimpinan Yuddy Latief itu menetmpatkan PDI-P lalu Golkar(ysd)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PD - Golkar Tunggu Saham Pemilu


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler