Hidayat: Survey LSI Sering Meleset

Senin, 09 April 2012 – 19:24 WIB

JAKARTA-Pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik Rachbini mengaku tidak terpengaruh dengan hasil survey Lingkaran Survey Indonesia (LSI) yang menempatkan mereka di posisi ketiga dalam survey peluang memenangkan kursi DKI I.

Survey LSI menunjukkan posisi pertama diduduki pasangan incumbent Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Menurut Hidayat, survey yang dilakukan LSI tak perlu dipercaya. Pasalnya, hasil survey LSI sebelumnya mengenai pemilu legislatif 2004 pernah meleset.

"Menjelang pemilu 2004 LSI melaunching hasil surveynya, katanya PKS hanya dapat 2,9 persen. Nyatanya kami mendapat suara nasional 7,4 persen dan memenangkan DKI dengan 24 persen," kata Hidayat usai menjalani tes kesehatan di RSPAD Gatot Subroto, Senin (9/4).

Hidayat menambahkan, survey LSI juga pernah meleset dalam memprediksi hasil Pemilukada DKI Jakarta periode sebelumnya. Saat itu, ujar Hidayat, LSI salah memprediksi persentase suara pasangan calon gubernur Adang-Dhani yang diusung PKS.

"Tahun 2007 hasil survey LSI mengatakan Adang-Dhani yang didukung PKS hanya mendapat 27 atau 29 persen, tapi nyatanya mendapat 42 persen," ucap mantan Ketua MPR tersebut.

Seperti diketahui, hasil survey LSI menempatkan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli di posisi pertama dengan nilai 49,1 persen dari 440 responden. Posisi kedua diisi pasangan Jokowi-Ahok (14,4 persen) dan posisi kedua ditempati pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik Rachbini (8,3 persen).

Posisi selanjutnya berturut-turut diisi oleh Faisal Basri-Biem Benjamin (5,8 persen), Alex Noerdin-Nono Sampono (3,9 persen), dan Hendardji Soepandji-Riza Patria (1,2 persen).

Menurut Hidayat, waktu pelaksanaan survey tersebut terlalu jauh jaraknya dari waktu pemungutan suara. Oleh karenanya, banyak hal yang dapat mengubah pilihan warga DKI Jakarta. Ia mencontohkan kejadian banjir yang terjadi sekitar tahun 2007-2008 usai pemilukada yang memenangkan Fauzi Bowo-Prijanto.

"Konon dalam survey masyarakat puas dengan cara Pak Foke menangani banjir, tapi seperti yang Anda tahu berikutnya terjadi banjir di Jakarta termasuk rumah saya kebanjiran," kata Hidayat.  (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tunda Pengesahan RUU SPPA, DPR Ingin ke Australia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler