Hilang 2 Hari, Pelajar di Bekasi Ditemukan Tak Bernyawa, Innalillahi

Jumat, 05 Februari 2021 – 16:52 WIB
Petugas gabungan menemukan korban menyangkut di sampah sekitar tujuh kilometer dari lokasi awal korban tenggelam di di Kali Antir Kampung Sasak Antir RT 15/7 Desa Sukadaya, Kecamatan Sukawangi, Bekasi, Jumat. Foto: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

jpnn.com, BEKASI - Pelajar SMK di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, bernama Daud (17), ditemukan tewas tenggelam di Kali Antir Kampung Sasak Antir RT 15/7 Desa Sukadaya, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi.

Sebelumnya korban menghilang selama dua hari.

BACA JUGA: Munarman Disebut Hadiri Baiat Anggota FPI ke ISIS, Brigjen Rusdi Beri Jawaban Tegas

"Korban ditemukan tewas tujuh kilometer dari lokasi ia tercebur dan tenggelam saat mencuci sepeda motornya," kata Kepala Kepolisian Sektor Tambelang AKP Shodirin, Jumat (5/2).

Shodirin mengatakan korban ditemukan pagi tadi sekira pukul 05.30 WIB oleh tim gabungan.

BACA JUGA: Setiap Pulang dari Rumah Gunawan, Mbak Ma Selalu Bawa Duit Banyak, Mencurigakan, Hmmmm

Jenazah korban juga sudah diserahkan kepada pihak keluarga.

"Korban langsung diantar ke rumah duka dan sudah dikebumikan juga oleh keluarga di pemakaman Kampung Gerak RT 3 RW 5 Sukawangi," katanya.

BACA JUGA: Bambu Menancap di Anunya Mayat Perempuan Ini, Mengerikan

Korban dinyatakan hilang pada Rabu pukul 15.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, saat itu korban sedang mencuci motor di tepi Kali (sungai) Antir.

Melihat rekan korban sedang asyik mandi di sungai, korban seketika memutuskan untuk loncat dan ikut mandi di sungai tersebut padahal ia tidak bisa berenang.

Nahasnya kondisi sungai saat itu relatif deras dan korban yang tidak bisa berenang akhirnya hanyut terbawa arus. Melihat korban tenggelam, ketiga rekannya panik. Mereka mencoba menolong korban namun derasnya aliran sungai membuat rekan korban tidak dapat menolong korban.

Selanjutnya mereka meminta pertolongan warga dan diteruskan oleh warga kepada petugas kepolisian dan BPBD Kabupaten Bekasi. Petugas yang mendapatkan laporan langsung terjun ke lokasi mencari keberadaan korban.

"Anggota kepolisian, TNI, dan Tim Unit Reaksi Cepat Satgas BPBD langsung diterjunkan mencari keberadaan korban dengan menyisir tepian sungai menggunakan perahu karet," kata Shodirin.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Henri Lincoln mengatakan setelah melakukan pencarian selama dua hari korban akhirnya berhasil ditemukan menyangkut di sampah sekitar tujuh kilometer dari lokasi tenggelam.

"Pencarian sempat terkendala cuaca, namun akhirnya berhasil ditemukan tadi pagi," katanya.

Henri mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem terlebih saat ini sudah memasuki puncak musim penghujan yang juga dapat berpotensi mendatangkan musibah banjir.

"Saya minta warga untuk lebih waspada, kondisi hujan membuat debit air sungai meninggi, aliran sungai menjadi deras dan sangat berbahaya," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler