HNW Harapkan Rakyat Aktif Gunakan Hak Pilih di Tahun Politik

Kamis, 21 Desember 2017 – 21:38 WIB
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid di Bengkulu, Kamis (21/12). Foto: Humas MPR

jpnn.com, BENGKULU - Hanya dalam hitungan beberapa hari lagi Indonesia akan memasuki rangkaian tahun politik. Yakni 2018 dengan pilkada di 171 daerah, serta 2019 yang menyerentakkan pemilu legislatif dan presiden.

Berbagai kekhawatiran muncul seputar dampak-dampak yang akan ditimbulkan pada tahun politik, baik sebelum ataupun setelahnya. Salah satu kekhawatiran yang muncul adalah makin minimnya partisipasi rakyat terhadap pilkada dan pemilu akibat apatisme kolektif.

BACA JUGA: Sosialisasi Empat Pilar, Ketua MPR Gandeng Motivator

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) pun menaruh perhatian yang besar pada hal tersebut.  Menurutnya, masyarakat harus memahami pilkada dan pemilu sebagai pesta rakyat. 

Di situlah momen tepat untuk mengimplementasi kedaulatan rakyat. Jadi, sangat disayangkan jika rakyat apatis lalu memutuskan tidak berpartisipasi atau golput.

BACA JUGA: Ketua MPR: Membangun Wawasan Kebangsaan Itu Sepanjang Zaman

“Sangat penting untuk rakyat sadari bahwa rakyat memiliki hak yang sudah diberikan UUD melalui Pasal 1 ayat 2 yang menyatakan kedaulatan berada di tangan rakyat Indonesia. Itu adalah kekuasaan besar makanya jangan sampai golput. Jika rakyat menyadari haknya itu dan berpartisipasi aktif secara baik maka rakyat akan memilih bupati terbaik, gubernur terbaik, DPRD terbaik, DPR terbaik, presiden terbaik sehingga dampak baiknya akan kembali kepada rakyat.  Itulah tanda mencintai Indonesia,” ujarnya usai menghadiri acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Bengkulu, Kamis (21/12).

HNW menegaskan, yang perlu dipegang dan diingat seluruh rakyat Indonesia dalam menghadapi tahun politik adalah tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta terus mencintai tanah air. Untuk itu upaya-upaya untuk menuju kecintaan kepada Indonesia sangat penting dilakukan, salah satunya dengan memahami kembali nilai-nilai luhur bangsa melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR.

BACA JUGA: HNW: Negarawan Mesti Paham Celah Perusak Sendi Negara

“Sangat penting sekali mengenal tentang Indonesia kita melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR supaya kita makin memahami dan semakin sayang kepada Indonesia kita.  Jika kita makin mengenal dan kemudian sayang kepada Indonesia maka maka kontribusi kita kepada Indonesia akan makin tinggi, salah satu konribusi itu adalah partisipasi kita pada penyelenggaraan pilkada dan pemilu yang akan datang,” ucapnya.

Mengenal kembali Indonesia, lanjut HNW, akan menghilangkan berbagai kesalahpahaman yang terjadi di tengah masyarakat Indonesia. Di antaranya kesalahpahaman bahwa demokrasi Indonesia itu bidah atau kafir.

Menurut HNW, hal itu terjadi karena kurangnya pemahaman akan Indonesia dan perjalanan sejarahnya.

Kesalahpahaman lainnya adalah dalam konteks Islam yang tercitrakan negatif. Sebab, Islam dianggap sebagai masalah di Indonesia hanya karena perbuatan satu atau dua oknum yang kebetulan beragama muslim.

Namun, perbuatan itu digeneralisasi seolah-olah tindakan umat Islam secara keseluruhan. Akibatnya, umat Islam yang mayoritas justru menghadapi islamophobia.

Hidayat menganggap kondisi itu akibat kurangnya pemahaman seputar Islam yang memiliki peran besar dalam mendirikan Indonesia. Bahkan, Islam sangat menentukan perjalanan sejarah Indonesia hingga kini.

“Intinya upaya-upaya rakyat Indonesia dalam mengenal kembali Indonesia salah satunya melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI adalah sangat tepat untuk lebih mencintai Indonesia dan menghilangkan segala kesalahpahaman-kesalahpahaman tersebut agar persatuan dan kesatuan Indonesia tetap terjaga,” tandasnya.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bahaya Kalau Pilkada Membawa Isu SARA


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler