HNW: Santri Berperan Besar Memerdekakan Indonesia

Senin, 23 Oktober 2017 – 16:18 WIB
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid bersalaman dengan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin. Foto: MPR

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan, sosialisasi empat pilar yang sedang digalakkan pihaknya kepada seluruh elemen masyarakat di seluruh wilayah Indonesia sesuai amanah Undang-Undang nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3.

Dia menyampaikannya saat membuka Silaturahmi Kebangsaan dan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2017 dengan tema sentral Peran Strategis Santri Dalam Membangun Rumah Kebangsaan.

BACA JUGA: Ketua MPR Minta Hentikan Saling Hujat

Acara tersebut dihelat di Gedung Nusantara V, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Senin (23/10).

Beberapa tokoh penting mengikuti acara itu. Di antaranya, Ketua Forum Ulama dan Habaib (FUHAB) DKI Jakarta KH. Syukron Makmun, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, Kaprodi Pascasarjana Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia Yon Mahmudi, dan ratusan santri dan santriwati berbagai pondok pesantren.

BACA JUGA: Ketua MPR Zulkifli Hasan Bicara Nasionalisme Zaman Now

“Jadi, saya tekankan sekali lagi bahwa sosialisasi ini adalah menjalankan perintah UU. Bukan semau-semaunya MPR,” kata pria yang karib disapa HNW itu.

Dia menambahkan, peran santri untuk Indonesia sangat luar biasa.

BACA JUGA: Ketua MPR: Agama dan Nasionalisme Saling Melengkapi

Kebangkitan pergerakan perjuangan Indonesia sampai mencapai kemerdekaan tak lepas dari peran ulama, santri, dan umat Islam.

Beberapa tokoh pejuang Indonesia yang juga ulama, antara lain ,Pangeran Diponegoro dan Tuanku Imam Bonjol.

Menurut HNW, perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia yang dilakukan para ulama dan dunia santri tidak hanya dalam bentuk fisik.

Namun, ulama dan santri juga melakukan perjuangan pemikiran dan intelektual.  Salah satunya perkumpulan organisasi Jamiat Kheir yang didirkan pada1901 M.

Organisasi tersebut adalah kumpulan para ulama yang dibentuk lebih bersifat sosial kemasyarakatan.

Organisasi itu bertujuan membantu fakir miskin, baik dalam segi material maupun spiritual, mendidik dan mempersiapkan generasi muda Islam untuk mampu berperan pada masa depan, dan menolong umat yang lemah dalam sektor ekonomi.

Saat ini, pesantrean sangat berkembang pesat di seluruh wilayah Indonesia.  Hampir setiap organisasi Islam seperti NU, Muhammadiyah, Persis dan lainnya memiliki banyak pesantren. 

Kiprah dan peran dunia santri untuk Indonesia juga masih terjaga hingga kini. Di antaranya ada yang namanya Santri Bela Negara.

“Intinya, jika kita bicara tentang bangsa dan negara dan dunia santri saya rasa sangat nyambung.  Sebab, yang ada dalam Pancasila sebagai dasar negara Indonesia itu sangat kompatibel dengan dunia pesantren,” imbuh HNW.

“Sehingga tidak benar atau ngawur melabeli Islam dengan berbagai macam label negatif seperti radikal, teroris atau tidak pancasilais. Dunia santri dan rakyat Indonesia mesti waspada. Jangan sampai diadu domba antara ulama dan santri kita dengan pemerintah, TNI dan Polri.  Jika ada, itu dapat dipastikan kerjaan pihak-pihak yang tidak suka kepada Islam dan negara,” ujarnya. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pancasila Menjadi Benteng Pertahanan Terhadap Paham Radikal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
MPR  

Terpopuler