Ketua MPR: Agama dan Nasionalisme Saling Melengkapi

Sabtu, 21 Oktober 2017 – 17:26 WIB
Zulkifli Hasan. Foto: MPR

jpnn.com, JOMBANG - Menjelang peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober, Ketua MPR Zulkifli Hasan bersilaturrahmi ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (21/10).

Dia menjadi pembicara utama seminat bertajuk Aktualisasi Pemikiran Hasyim Asy’ari di ponpes yang dipimpin KH Shalahuddin Wahid itu.

BACA JUGA: Pancasila Menjadi Benteng Pertahanan Terhadap Paham Radikal

Zulkifli disambut  Sholahuddin Wahid, Direktur Pusat Kajian Hasyim Asy’ari KH Tolchah Hasan, dan ratusan kiai perwakilan pimpinan ponpes se-Jawa Timur.

Zulkifli mengatakan, pemikiran  Hasyim sebagai landasan inspirasi meleburnya Islam dan kebangsaan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia

BACA JUGA: HNW: Pancasila Penting untuk Mengokohkan Kita Sebagai Bangsa

“Karena itu, siapa pun yang masih mencoba mempertentangkan Islam dan nasionalisme, silakan belajar lagi pemikiran Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari,” kata Zulkifli.

Menurut Zulkifli, sejarah membuktikan bagaimana Resolusi Jihad Mbah Hasyim dengan Hubbul Wathon Minal Iman menginspirasi perjuangan mempertahankan kemerdekaan di seluruh Indonesia

BACA JUGA: Tingkat Pendidikan Indonesia Anjlok, Kini di Bawah Malaysia

“Dengan pekik takbir dan merdeka, Bung Tomo menggelorakan semangat perlawanan 10 November. Santri di seluruh Indonesia bergerak melawan penjajah. Inspirasinya adalah resolusi Jihad Mbah Hasyim,” imbuhnya.

Tugas generasi sekarang, sambung Zulkifli, adalah meneladani pemikiran Mbah Hasyim dengan menjaga Pancasila sebagai kalimatun sawa atau kesepakatan bersama.

“Indonesia adalah negara bertuhan yang menolak paham anti-Tuhan. Saatnya meneruskan perjuangan Mbah Hasyim dengan menjaga agama dan membela negara,” kata Zulkifli. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Generasi Muda Harus Kenal Indonesia Dengan Baik


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler