HNW Sebut 2 Juta Orang akan Ikut Aksi Dukung Palestina Merdeka di Lapangan Monas

Jumat, 03 November 2023 – 17:36 WIB
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid saat menggelar konferensi pers terkait rencana 'Aksi Akbar Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina' di lapangan Monas pada Minggu (5/11) nanti. Foto: Dokumentasi Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menyebut dua jutaan orang akan ikut 'Aksi Akbar Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina' di lapangan Monas, Jakarta pada Minggu (5/11) nanti.

HNW menyampaikan aksi tersebut merupakan bentuk konsistensi dan komitmen bangsa Indonesia yang patuh pada konstitusi.

BACA JUGA: Anies Pimpin Jemaah Masjid Agung Binjai Berdoa untuk Palestina

Dia mengingatkan ada amanah dalam UUD 1945 untuk menolak penjajahan dan komitmen ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Menurut HNW, amanah UUD 1945 tersebut ditafsirkan dan dioperasionalkan oleh Presiden Soekarno dengan tegas bahwa bangsa Indonesia menolak segala bentuk penjajahan.

BACA JUGA: Bereaksi Keras soal Palestina, Rieke: Kemerdekan ialah Hak Segala Bangsa

"Lebih khusus dalam masalah Palestina, Soekarno dengan lantang mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak penjajahan Israel terhadap Palestina," kata HNW dalam keterangannya, Jumat (3/11).

Politikus senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menuturkan penjajahan yang telah dilakukan Israel, membuat Soekarno tidak mau mengundang negara tersebut dalam Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 silam.

Soekarno juga tidak mengundang Israel dalam Asian Games 1962 yang digelar di Jakarta.

BACA JUGA: Kapolri Antisipasi Dampak Perang Israel-Palestina Terhadap Aksi Teror di Indonesia

“Bahkan Presiden Indonesia itu menyatakan selama kemerdekaan belum diberikan kepada Palestina, maka selama itu juga Israel adalah penjajah, dan Indonesia tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel, ungkap HNW.

Pada masa Presiden Soekarno berkuasa, lanjut HNW, kondisi penjajahan atas Palestina belum separah seperti saat ini.

Tanah jajahan yang dikuasai saat itu masih 60 persen, namun saat ini Israel sudah menjajah hampir 95 persen tanah Palestina.

"Kejahatan yang mereka lakukan sejak tahun 1948 telah melahirkan berbagai pelanggaran hukum internasional, tidak melaksanakan resolusi-resolusi DK PBB, serta tragedi-tragedi kemanusiaan dan kejahatan perang," bebernya.

Misalnya pada 1969, Israel membakar Masjid Al-Aqsha, dan pernah menutupnya sehingga umat Islam tidak bisa datang ke sana.

“Bahkan mereka sudah mengubah Masjidil Aqsha sehingga masjid suci itu lebih didominasi menjadi tempat peribadatan umat Yahudi," ungkap HNW lagi.

Pria asal Klaten, Jawa Tengah itu menyebut aksi kemanusiaan akbar yang akan digelar pada Minggu (5/11) nanti merupakan melanjutkan dari peran-peran bersejarah yang telah dilakukan oleh bangsa Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

“Dibanding pada era Presiden Soekarno dahulu, saat ini Israel lebih luas menjajah tanah Palestina, lebih banyak melanggar HAM dan melakukan kejahatan kemanusiaan, serta lebih parah dalam melanggar hukum internasional," tegasnya.

Kejahatan-kejahatan yang telah dilakukan Israel disebut semakin menjauhkan perdamaian dengn terwujudnya kemerdekaan Palestina dan malah semakin mengekalkan penjajahan Israel.

Dari sinilah menurut HNW sudah sewajarnya bangsa Indonesia yang taat konstitusi dan cinta kemanusiaan, dari beragam komponen, baik dari kalangan muslim dan non-muslim kini bersatu padu menggelar aksi akbar solidaritas membela Palestina merdeka dan menolak penjajahan Israel.

HNW bersyukur aksi yang diprakarsai mantan Ketum PP Muhammadiyah dan Ketum MUI Prof Din Syamsuddin tersebut mendapat dukungan dan sambutan dari berbagai kelompok dan ormas keagamaan.

“Kami mengundang berbagai kelompok masyarakat dan ormas lintas agama dan syukur mendapat sambutan yang baik," ujarnya.

Aksi akbar yang akan digelar dikatakan HNW merupakan kelanjutan dari aksi-aksi yang sudah dilakukan, seperti pada 28 Oktober lalu dilakukan di depan Kedubes AS.

Aksi serupa juga dilakukan di berbagai masjid, kampus, kota, bahkan GKSB DPR RI yang diketuai oleh Dr Syahrul Aidi Maazat selenggarakan aksi bela Palestina dalam rapat paripurna DPR.

Semua aksi tersebut untuk memperkuat diplomasi yang sudah dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

“Kita apresiasi pemerintah yang sudah konsisten membela Palestina Merdeka dan menuntut Israel menghentikan penjajahan dan kejahatan kemanusiaan terhadap Palestina atau Gaza, agar tegaklah keadilan dan perdamaian," tegasnya kembali.

Dia berharap Aksi Akbar Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina pada 5 November 2023 bisa berjalan sukses.

“Kegiatan aksi sudah mendapat izin," tandasnya.

Menurut HNW, aksi massa yang akan diikuti tidak kurang dari 2 juta orang itu menunjukkan bangsa Indonesia tidak main-main dalam masalah Palestina.

Ditegaskan, sebagaimana tradisi aksi yang sudah biasa dilakukan, aksi yang akan dilaukan merupakan aksi damai.

“Karena kita menolak kejahatan Israel maka pastilah kita tidak akan melakukan kejahatatan seperti Israel yang lakukan," tegas HNW.

Dalam kesempatan tersebut dirinya mengucapkan terima kasih kepada MUI yang telah menjadi panitia inti.

“Terima kasih juga kepada berbagai ormas keagamaan termasuk ormas kepemudaan, kewanitaan, dan organisasi buruh," ucapnya.

Disebut tidak kurang 1 juta massa buruh juga akan datang dalam aksi itu.

“Ini akan menjadi pembuktian bahwa Indonesia tidak main-main dalam melaksanakan amanah konstitusi. Juga tidak main-main dengan komitmennya untuk menghadirkan perdamaian dan menolak segala bentuk penjajahan dan kejahatan kemanusiaan seperti yang dilakukan oleh Israel atas Palestina atau Gaza atau Masjid Al Aqsha," pungkasnya.

Turut hadir dalam konferensi pers tersebut, Sekjen MUI Dr. Buya Amirsyah Tambunan, Pendeta Jimmy dari Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), tokoh Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi) Teguh Triesna Dewa, serta para tokoh umat Islam lainnya. seperti KH Cholil Nafis, Zaitun Rasmin, Yusnar Yusuf, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, dan Erick Yusuf. (mrk/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler