Hoaks Mampu Mengubah Pilihan Politik Publik

Selasa, 08 Januari 2019 – 15:52 WIB
Unggahan Tengku Zulkarnain di Twitter soal hoaks tujuh kontainer surat suara yang akhirnya dihapus. Foto: Twitter

jpnn.com, JAKARTA - Upaya mendelegitimasi pemilu melalui serbuan hoaks tak cuma mempengaruhi pihak penyelenggara. Calon atau peserta pemilu juga terkena dampak dari kebohongan-kebohongan tersebut.

Manajer Pemantauan Seknas Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPRR) Alwan Ola Riantoby mengatakan, hoaks bisa mengubah pilihan politik masyarakat. Berita bohong juga bisa memicu konflik sosial.

BACA JUGA: Waspadai Upaya Mendelegitimasi Pemilu dengan Hoaks

"Mestinya dalam tahapan pemilu yang sedang berlangsung ini, peserta pemilu dan KPU, Bawaslu harus memproduksi hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan pemilih, sebagai bentuk kanalisasi terhadap berita hoaks," katanya saat dihubungi, Selasa (8/1).

Dia menduga, penyebaran hoaks jelang Pilpres ini merupakan gerakan sistematis. Ini terlihat dari rentetan berita bohong yang muncul sepanjang masa kampanye Pemilu 2019.

BACA JUGA: Debat Capres Adalah Kampanye, Bukan Ujian

"Bisa jadi menjadi gerakan sistematis, karena melihat dari rentetan sebelumnya. Nah khawatirnya adalah jangan sampai menyebarkan berita hoaks menjadi suatu metode kampanye untuk mendulang suara pasangan calon tertentu. Nah ini akan merusak, " tegasnya.

Untuk itu, Alwan menyarankan, agar penyebar hoaks harus diidentifikasi. Pasalnya, kebanyakan berita bohong muncul dari para oknum relawan pasangan calon yang tidak bertanggungjawab.

BACA JUGA: Megawati: Saya Ingin Jawab, Pengecut Kamu, Pengecut Kamu

"Selain itu daya konsumsi medsos masyarakat Indonesia masih sangat tinggi dan masih belum bisa membedakan mana berita benar dan berita hoaks, " tutupnya.

Sebelumnya, Sekretaris Bapilu DPP PSI, Andi Saiful Haq mengecam pernyataan calon Wakil Presiden nomor 02 Sandiaga Uno. Dimana pasangan Prabowo Subianto itu meragukan kredibilitas dan integritas KPU.

"Jikapun ada hasil KPU yang meragukan itu adalah karena meloloskan tukang bohong sebagai Capres dan Cawapres seperti Prabowo dan Sandi Uno. Itupun Karena dalam penetapan Capres dan Cawapres tidak ada tes kebohongan, " tegasnya. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... KPU Berniat Baik, Cuma Miskin Komunikasi


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
hoaks   Pemilu 2019   Kpu Ri  

Terpopuler