Honorer K2 Belum Tenang

Senin, 20 Mei 2013 – 09:36 WIB
CIHIDEUNG - Komunitas Tenaga Sukwan Indonesia (KTSI) Kota Tasikmalaya mengaku masih bimbang dan belum tenang tentang nasib honorer kategori dua (K2). Meskipun, Pemkot dan DPRD Kota Tasik telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB) tentang mekanisme pengangkatan honorer yang tak dibiayai APBD/APBN itu.

Diberitakan Radar Tasikmalaya (Grup JPNN) sebelumnya (18/5) honorer K2 yang meraih nilai sesuai passing grade otomatis akan lolos. Dengan begitu 633 honorer K2 Kota Tasikmalaya bisa lolos semuanya, asalkan hasil tes sesuai passing grade.

"Kalau tes, itu sudah pasti kita akan ikuti dengan semaksimal mungkin. Tapi pertanyaan yang utama kita, bagaimana nasib yang tidak lolos nanti," ujar Sekretaris KTSI Kota Tasikmalaya Budi Rahmat Radar kemarin (19/5).

Budi meyakini tidak mungkin semua K2 asal Kota Tasik bisa lolos (meraih nilai tes sesuai passing grade) semua dan diangkat menjadi PNS. "Kita berharap pemerintah pusat bisa memberikan kepastian dulu (nasib K2 yang tak lolos tes, red). Sebelum dilakukan tes pada September 2013 dan pemkot harus mendorong hal tersebut," tuturnya.

Untuk itu, dalam waktu dekat, pihaknya akan beraudiensi dengan pemerintah Kota Tasik. Tujuannya mencari informasi hasil pertemuan pemkot dan DPRD dengan KemenPAN-RB.

"Menyikapi hasil dari MenPAN kami akan berkoordinasi dengan kepengurusan yang lain," ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya Enjang Bilawani mengungkapkan pemerintah daerah hanya diberi kewenangan mengumumkan hasil tes saja. Penyelenggaran tes honorer K2 diserahkan kepada panitia seleksi nasional (Panselnas).

Dikatakan, untuk penerimaan CPNS 2013, pemerintah kota lebih memprioritaskan kepada  honorer K2. Terutama honorer yang memenuhi persyaratan bekerja minimal setahun di 2005.

Selain itu bekerja di instansi pemerintah dengan sumber gaji non APBN/APBD. “Untuk rekrutmen tahun ini kami lebih memprioritaskan tenaga honorer K2. Saya harap semua yang masuk K2 bisa diangkat semua,” ujarnya.

Tapi, kata Enjang, semua itu tergantung dari kebijakan pusat dan para honorer K2 saat ikut tes nanti. Untuk itu dirinya meminta mulai dari sekarang K2 bisa terus mencari informasi tentang soal (kisi-kisi) tes. "Mudah-mudahan nanti ada informasi lanjutan yang bisa mengakomodir semua K2," tandasnya. (kim)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Biduan Seksi dan Pesta Miras di Depan Masjid

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler