Honoris Causa dan Aplaus untuk Megawati di Suhu Dingin Hachioji

Rabu, 08 Januari 2020 – 13:03 WIB
Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri menerima sertifikat Dr HC dari Rektor Universitas Soka Prof Yoshihisa Baba di Hachioji, Tokyo, Rabu (8/1). Foto: Ara Antoni

jpnn.com, HACHIOJI - Universitas Soka di Jepang menganugerahkan gelar doktor kehormatan atau honoris causa (Dr HC) bidang kemanusiaan kepada Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri, Rabu (8/9). Prosesi pemberian gelar Dr HC atau conferment ceremony bagi ketua umum PDIP itu dilaksanakan di kampus Universitas Soka di Hachioji, circa 40 kilometer dari pusat Tokyo.

Megawati tiba di Central Tower Universitas Soka pukul 09.20 waktu setempat dalam cuaca gerimis dan berkabut dengan suhu 2 derajat Celsius. Petinggi dan mahasiswa Universitas Soka menyambut Megawati di lobi utama gedung pusat universitas yang telah eksis sejak 1971 itu.

BACA JUGA: Cerita Bu Mega soal Kandasnya Cita-cita, Tanpa Gelar Sarjana Jadi Kolektor Honoris Causa

“Selamat datang di Universitas Soka,” ujar para mahasiswa secara kor sembari mengibarkan Sang Dwiwarna di depan patung Leonardo Da Vinci yang menjadi ikon Universitas Soka.

Wajah Megawati tampak tersenyum. Selanjutnya, putri Proklamator RI itu melihat-lihat foto, buku dan benda seni di lobi utama Central Tower.

BACA JUGA: Dipuji Seperti Dewi Saraswati, Megawati Malah Bilang Begini

Megawati sempat mengamati foto Presiden Keempat RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang juga menerima gelar Dr HC dari Universitas Soka pada 2002. Dalam foto itu Gus Dur tampak berpelukan dengan pendiri Universitas Soka Daisaku Ikeda.

Arkian, Megawati dipandu menuju aula di lantai 17 Central Tower lokasi penganugerahan gelar. Ruangan di lantai teratas Central Tower itu penuh dengan berbagai barang seni termasuk lukisan bertarikh 1800-an.

Tepat pukul 10.00 waktu setempat, penganugerahan gelar Dr HC untuk Megawati dimulai. Megawati duduk berdampingian dengan Rektor Universitas Soka Prof Yoshihisa Baba.

Prosesi penganugerahan gelar diawali oleh dua mahasiswi Universitas Soka yang maju ke depan membacakan Soka Friendship Award. Setelah itu, Prof Baba menyampaikan kata sambutan.

Menurutnya, pemberian gelar itu merupakan buah rekomendasi Daisaku Ikeda selaku pendiri Universitas Soka. Selanjutnya pihak universitas mendisksikan rekomendasi itu. “Disambut suara bulat,” ujar Prof Baba.

Kata sambutan Prof juga memuat riwayat hidup Megawati. Beberapa kali aplaus terdengar saat guru besar ilmu ekonomi itu memaparkan kiprah perempuan kelahiran 23 Januari 1947 tersebut.

“Di Indonesia lebih banyak politikus laki-laki dibandingkan wanita. Jabatan presiden didominasi laki-laki, tetapi beliau berani menjadi presiden wanita pertama di Indonesia,” ujar Prof Baba disambut aplaus para guru besar dan puluhan mahasiswa Universitas Soka.

Prof Baba juga memuji kiprah Megawati dalam mendorong kemanusiaan dan perdamaian. Menurutnya, Presiden RI 2001-2004 itu telah memaksimalkan upaya untuk menyuarakan perdamaian demi kestabilan.

“Tidak hanya kestabilan di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lainnya,” kata Prof Baba.

Oleh karena itu Universitas Soka menganugerahkan gelar Dr HC untuk ibunda dari M Rizki Pratama, M Prananda Prabowo dan Puan Maharani itu. “Dengan hormat kami anugerahkan gelar honoris causa atas jasa-jasa Yang Mulia Ibu Megawati,” ujar Prof Baba.

Selanjutnya Prof Baba menyerahkan sertifikat Dr HC dari Soka University kepada Megawati yang dalam prosesi itu mengenakan toga merah. Seluruh hadirin berdiri saat proses penyerahan sertifikat itu.

Usai penganugerahan gelar itu Megawati memberikan dua kenang-kenangan untuk Universitas Soka. Pertama adalah replika pinisi. “Ini kapal khas Sulawesi,” ujar Megawati kepada Prof Baba.

Yang kedua adalah kenang-kenangan berupa logo PDI Perjuangan. “Ini banteng gemuk, lambang partai kami,” kata Megawati dengan suara sedikit terisak karena haru.

Tampak ikut menyaksikan Megawati menerima gelar Dr HC dari Universitas Soka adalah putranya, Prananda Prabowo yang harir bersama istrinya, Nancy Prananda serta putranya, Muhammad Prabhaswara. Selain itu, ada pula Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, tiga Kabinet Gotong Royong 2001-2004 yaitu Bungaran Saragih, Purnomo Yusgiantoro dan Rokhmin Dahuri, serta Wakil Rektor UI Bambang Wibawarta.

Baik Budi, Bungaran Rokhmin, Purnomo dan Bambang tampak mengenakan toga. Kelima tokoh itu telah bergelar profesor.

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP PDIP Ahmad Basarah yang menghadiri conferment ceremony itu menyebut gelar kehormatan dari Universitas Soka tersebut merupakan Dr HC kesembilan bagi Megawati. “Kami di sangat berbangga dengan gelar kehormatan untuk ketua umum kami, apalagi ini jelang ulang tahun ke-47 PDI Perjuangan,” ujar Basarah.

Megawati sebelumnya telah menerima delapan Dr HC dari perguruan tinggi ternama di dalam dan luar negeri. Yang pertama adalah Dr HC dari Universitas Waseda (2001), Moscow State Institute of International Relations (2003), Korea Maritime and Ocean University (2015), Universitas Padjadjaran (2016), Universitas Negeri Padang (2017), Mokpo National Unibersity (2017), Institute Pemerintahan Dalam Negeri (2018) dan Fujian Normal University (2018).(ara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler