Horor! Mau Diautopsi, Mayat Malah Ngorok

Jumat, 12 Januari 2018 – 06:44 WIB
Mayat. Ilustrasi Foto: pixabay

jpnn.com, OVIEDO - Bekerja di kamar mayat butuh nyali lebih. Meski begitu, siapa yang tidak takut jika melihat salah satu penghuni kamar itu tiba-tiba hidup lagi.

Itulah yang terjadi kepada petugas forensik di Institute of Legal Medicine, Oviedo, Spanyol. Mereka ketakutan luar biasa ketika melihat kantong mayat tiba-tiba bergerak.

BACA JUGA: Partai Separatis Kuasai Parlemen Catalunya

Suara dengkuran juga terdengar jelas. Padahal, Jimenez Gonzalo Montoya yang berada di dalam kantong itu dinyatakan sudah mati.

Antara takut dan penasaran, petugas akhirnya membuka kantong tersebut. Benar saja, Montoya hidup lagi.

BACA JUGA: Warga Catalunya Kembali Serbu Bilik Suara

’’Saya tidak tahu apa yang terjadi di Institute of Legal Medicine. Tapi, tiga dokter menyatakan bahwa dia telah meninggal,’’ ujar juru bicara Lembaga Pemasyarakatan Spanyol, sebagaimana dilansir CNA.

Diduga, Montoya mengalami katalepsi. Yakni, kondisi saat tubuh kaku dan tanda-tanda vital menurun drastis.

BACA JUGA: Begini Pujian Arsitek Spanyol untuk Portugal

Montoya adalah salah seorang tahanan di Lapas Asturias, Villabona. Dia ditangkap karena mencuri besi tua. Minggu (7/1), dia berusaha bunuh diri dengan menelan sejumlah obat. Tubuhnya kaku saat ditemukan pukul 08.00 waktu setempat.

Tiga dokter dipanggil untuk memastikan kematiannya. Seluruhnya menyatakan bahwa Montoya sudah tak bernyawa. Versi pihak keluarga, hanya ada satu dokter yang memeriksa. Dua lainnya cuma ikut tanda tangan tanpa melihat kondisi Montoya.

’’Tubuhnya sudah ditandai untuk dibedah,’’ kata salah seorang anggota keluarga.

Saat itu, kantong yang berisi ’’mayat” Montoya diletakkan di meja operasi. Persiapan otopsi pun dilakukan. Untung, Montoya bangun tepat waktu. Jika tidak, keinginannya untuk mati bakal terlaksana di meja operasi. (sha/c18/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pentolan Catalunya Merdeka Akhirnya Menyerah


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler