HPE Produk Pertambangan Februari 2022 Naik, Simak Perinciannya!

Selasa, 01 Februari 2022 – 10:30 WIB
Harga produk pertambangan 2022 menunjukkan kenaikan dibanding Desember 2021. Foto: Antara

jpnn.com, JAKARTA - Harga produk pertambangan 2022 menunjukkan kenaikan dibanding Desember 2021.

Kenaikan itu didorong oleh peningkatan permintaan pada hampir seluruh komoditas produk pertambangan.

BACA JUGA: HPE Produk Pertambangan Mayoritas Naik Periode Juni 2021, Berikut Daftarnya...

Permintaan yang tinggi memengaruhi penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan Bea Keluar (BK) untuk periode Februari 2022.

Ketentuan ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 04 Tahun 2022, 25 Januari 2022.

BACA JUGA: HPE GreenLake, Solusi Membangun Infrastruktur TI Lebih Efisien

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan hampir seluruh produk pertambangan mengalami kenaikan harga dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Pada periode Februari ini, komoditas konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat pasir besi, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) mengalami kenaikan.

"Pada periode sebelumnya, komoditas tersebut mengalami penurunan harga. Hal tersebut karena adanya peningkatan permintaan dunia," ungkap Wisnu, Selasa (1/2).

Selain itu, komoditas konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil masih terus mengalami kenaikan harga, sedangkan pellet konsentrat pasir besi masih tetap tidak mengalami perubahan.

Produk pertambangan yang mengalami kenaikan harga rata-rata pada periode bulan Februari 2022, yaitu

- Konsentrat tembaga (Cu ? 15 persen) dengan harga rata-rata sebesar USD 3.430,24/WE atau naik sebesar satu persen.

- Konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe ? 62 persen dan ? 1 persen TiO2) dengan harga rata-rata sebesar USD 107,20/WE atau naik sebesar 23,16 persen.

- Konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Fe ? 50 perse dan (Al2O3 + SiO2) ? 10 persen) dengan harga rata-rata sebesar USD 54,78/WE atau naik sebesar 23,16 persen.

- Konsentrat mangan (Mn ? 49 persen) dengan harga rata-rata sebesar USD 221,68/WE atau naik sebesar 0,85 persen.

- Konsentrat timbal (Pb ? 56 persen) dengan harga ratarata sebesar USD 975,07/WE atau naik sebesar 1,37 persen.

- Konsentrat seng (Zn ? 51 persen) dengan harga rata-rata sebesar USD 1.038,92/WE atau naik sebesar 6,71 persen.

- Konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ? 56 persen) dengan harga rata-rata sebesar USD 64,01/WE atau naik sebesar 23,16 persen.

- Konsentrat ilmenit (TiO2 ? 45 persen) dengan harga rata-rata sebesar USD 482,11/WE atau naik sebesar 1,28 persen.

- Konsentrat rutil (TiO2 ? 90 persen) dengan harga rata-rata sebesar USD 1.474,80/WE atau naik sebesar 2,40 persen dan bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) (Al2O3 ? 42%) dengan harga rata-rata sebesar USD 38,93/WE atau naik sebesar 8,92 persen.

Pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ? 54 persen) dengan harga rata-rata USD 117,98/WE tidak mengalami perubahan.

Menurut Wisnu, proses penetapan HPE periode Februari 2022, seperti halnya HPE sebelumnya didahului dengan adanya masukan tertulis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Hal ini berdasarkan perhitungan usulan harga berasal dari berbagai sumber, seperti Asian Metal, Iron Ore Fine Australian, dan London Metal Exchange (LME).

HPE ditetapkan berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan berbagai instansi terkait, antara lain dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.(mcr28/jpnn)


Redaktur : Elvi Robia
Reporter : Wenti Ayu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler