Hujan pun Mendatangkan Uang buat Amir...

Minggu, 24 Juli 2016 – 07:46 WIB
Amir, seorang tukang becak di Timika. Foto: Radar Timika

jpnn.com - KOTA Timika di Mimika, Papua, sedang akrab dengan hujan. Tiada hari tanpa hujan, sejak siang hinga malam. Aktivitas sejumlah kalangan pun terkendala. Namun tidak buat Amir, seorang pria paruh baya yang melakoni hidup sebagai tukang becak.

Hujan membawa rezeki buat Amir. Dengan modal becaknya, Amir dapat mengangkut penumpang yang takut kehujanan. 

BACA JUGA: Kepala Seorang Pria Terpisah dari Badannya di Rel Kereta

Pagi itu, dia mengenakan topi rotan, baju kuning panjang tangan, serta dipadu celana tiga perempat warna biru. Dia juga mengenakan pakain hujan transparan sehingga guyuran hujan tidak menerpa tubuhnya.

Saat ditemui, Amir sedang menunggu penumpang di Jalan Budi Utomo. Hujan baginya justru mendatangkan uang. Karena banyak orang meminta jasanya untuk mengantar ke satu tempat, karena hujan yang terus turun.

BACA JUGA: Uang Hasil Kondangan Mengecewakan, Pernikahan Cuma Berumur 2 Pekan

Justru kalau musim panas, jumlah penumpang yang meminta jasa becaknya lebih sedikit. 

Tarif yang dikenakannya tidak mahal. Untuk jarak dekat dia mematok Rp 10 ribu, sedangkan jikalau agak jauh bisa sampai Rp 20 ribu. 

BACA JUGA: Resmi! Bu Mega Divonis Setahun Penjara

Selain mengantar penumpang di Kota Timika dan lorong-lorongnya, Amir juga bisa mengantar penumpang sampai ke daerah Sarana Permukiman (SP) 1 dan 2.

Kalau sudah jarak yang sangat jauh, Amir bisa ketiban rezeki sebab tarif bisa sampai Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu karena memang lokasi itu sudah lumayan jauh. Meski penumpang ke arah itu jarang.

Kalau musim panas penghasilan sehari hanya Rp 50 ribu, di musim penghujan bisa naik sampai Rp 80 ribu. “Ya tidak menentu penghasilannya,” katanya.

Saat ditemui, Amir sudah mengantongi uang Rp 30 ribu hasil mengantar penumpang pulang pergi. “Ini baru habis antar penumpang,” tuturnya.

Amir sendiri sudah menjalani profesinya sebagai tukang becak sejak lima tahun terakhir. Maklum dia menjadi tulang punggung keluarga dan harus bijak dalam mengatur keuangan rumah tangganya. 

Dengan penghasilan seadanya, Amir harus memenuhi kebutuhan hidup, makan, berobat dan membayar rumah kos dan lain sebagainya. Tetapi dirinya bersyukur dengan perkerjaannya karena halal yang dikerjakan untuk hidup sehar-hari bersama keluarga. 

Pria ini kembali menjalani pekerjaannya dengan tekun, hingga pulang ke rumah dan membawa uang demi kelangsungan hidup keluarganya. (yoshi ohee/adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lihat Nih, Paus Sebesar Angkot Terdampar di Pantai Tasikmalaya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler