HUT ke-74 RI, Habib Aboe PKS Bicara Ancaman Kolonialisme Asimetris

Sabtu, 17 Agustus 2019 – 12:23 WIB
Aboe Bakar Alhabsyi. Foto: dokumen jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Bangsa Indonesia merayakan HUT Proklamasi Kemerdekaan Ke-74, Sabtu (17/8). Anggota Komisi III DPR Habib Aboe Bakar Al Habsy mengatakan, kemerdekaan merupakan rahmat terbesar Allah SWT untuk bangsa Indonesia. Bangsa diberikan anugerah untuk bisa berdaulat sebagai negara dan terbebas dari penajahan.

Karena itu, kata dia, wajib mensyukuri karunia Allah yang luar biasa ini dengan mengisinya untuk mewujudkan cita cita kemerdekaan.

BACA JUGA: Peringati HUT Kemerdekaan RI, PBNU Ajak Masyarakat Jaga Keutuhan NKRI

"Tahun ini kita merayakan kemerdekaan ke 74 RI, tentunya kami berharap akan bisa merealisasikan cita-cita kemerdekaan yang ada di UUD 1945," ujar Habib Aboe, Sabtu (17/8).

Menurut Aboe, kemerdekaan republik ini tentu bertujuan membentuk suatu pemerintahan yang melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Dia menegaskan, melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia tentunya bukan hanya dari kolonialisme seperti sebelum 1945.

BACA JUGA: Andien Kangen Ikut Lomba Makan Kerupuk

Menurutnya, perlindungan yang diberikan bukan sekadar perlindungan fisik belaka. "Namun, melindungi segenap bangsa dari kolonisme asismetris, misalnya penjajahan secara ekonomi, penguasaan pasar, tenaga kerja, ataupun serangan berupa narkotika," paparnya.

BACA JUGA: Peringati HUT Kemerdekaan RI, PBNU Ajak Masyarakat Jaga Keutuhan NKRI

BACA JUGA: Koko, Paskibra Labuhan Batu yang Sempat Viral Akhirnya Jadi Petugas Upacara di Kemenpora

Wakil ketua Fraksi PKS di DPR itu berharap negara mampu mewujudkan cita-cita kemerdekaan untuk memajukan kesejahteraan umum. Menurut dia, ada persoalan fundamental bangsa yang saat ini dihadapi.

Pada era ini, negara bukan sekadar sebagai penjaga malam, namun sudah bergeser menjadi negara kesejahteraan. "Artinya, negara memiliki tugas dasar untuk memajukan kesejahteraan masyarkat," ungkapnya.

Cita-cita lain yang penting dari kemerdekaan Indonesia adalah unfuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Artinya Indonesia memiliki kemandirian dan kemajuan dari sisi ilmu pengetahuan.

"Memang menjadi ironi ketika kita ingin maju dan berdikari dibindang iptek malah ada wacana untuk mengimpor rektor. Tentunya ini mengundang tanya dan penyesalan," paparnya.

Lebih lanjut Aboe menuturkan yang tidak kalah pentingnya cita-cita kemerdekaan adalah berperan aktif dan ikut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi dan kedilan sosial. Semua ini dilakukan dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.

"Semoga kita bisa mengulang kejayaan di masa lalu, bagaimana Indonesia mampu menjadi magnit poros ketiga kekuatan dunia," pungkas Aboe. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... HUT Kemerdekaan RI: Ada Atjara Rakjat dan Diskon Belanja di 40 Kota Loh


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler