Hyundai Rugi Hingga Miliaran Akibat Recall

Selasa, 27 Oktober 2020 – 09:35 WIB
Ilustrasi logo Hyundai. Foto: Antara

jpnn.com, JAKARTA - HYUNDAI yang merupakan perusahaan otomotif Korea Selatan melaporkan kerugian hingga miliaran won pada periode Juli-September, akibat masalah kualitas mesin dan penarikan kembali, recall.

Hal ini menghancurkan apa yang seharusnya menjadi pendapatan yang kuat.

BACA JUGA: Hyundai Recall Kona Electric Bermasalah di Baterai

Hyundai, produsen mobil terbesar kelima dunia bila digabungkan dengan afiliasi Kia Motors Corp, melaporkan kerugian bersih mereka sebesar 336 miliar won.

Rata-rata dari 12 perkiraan analis yang dipatuhi oleh Refinitiv adalah laba 1,2 triliun won.

BACA JUGA: Yamaha Recall 10 Model Motor Termasuk Nmax

Dikutip dari Reuters, Selasa, produsen mobil itu mengatakan setidaknya telah mengucurkan dana sebesar 2,1 triliun won untuk menutupi biaya berkaitan dengan kerusakan mesin yang meningkatkan risiko macet dan kebakaran.

Masalah yang sudah bertahun-tahun itu telah merugikan Hyundai dan Kia hampir 5 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

BACA JUGA: Euisun Chung Resmi jadi Pemimpin Hyundai Motor Group

Serta membuat pasangan tersebut menjadi subjek penyelidikan oleh otoritas AS atas cara penarikan mereka.

" Hasil kuartal ketiga mencerminkan biaya penyediaan terkait mesin karena perusahaan mengambil tindakan pencegahan," kata Hyundai dalam sebuah pernyataan.

" Hal ini untuk memastikan keselamatan pelanggan dan menutupi kemungkinan peningkatan biaya terkait kualitas di masa depan," jelas Hyundai.

" Kami dengan tulus meminta maaf kepada pemegang saham dan investor karena berulang kali mengalami masalah biaya kualitas selama tiga kuartal sejak 2018," kata seorang eksekutif dalam laporan singkat pendapatan.

Analis mengatakan, kerugian operasional tidak sedalam yang diharapkan.

Karena Hyundai menikmati penjualan yang kuat pada kuartal tersebut, didukung oleh peningkatan permintaan di Amerika Serikat dan pasar negara berkembang seperti India.(antara/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Fany

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler