IAI Ajukan Tiga Proposal Penelitian Terkait Penanganan COVID-19

Minggu, 07 Juni 2020 – 18:54 WIB
Ilustrasi tes virus corona. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Satgas COVID-19 Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) di bawah koordinasi Prof Dr apt Keri Lestari MSi mengajukan tiga proposal penelitian untuk penanganan penyakit virus corona.

Proposal tersebut merupakan hasil kolaborasi PP IAI dengan berbagai institusi pemerinta, perguruan tinggi, perusahaan farmasi, perusahaan jamu, dan perusahaan teknologi farmasi.

BACA JUGA: Kabar Baik, VCO Berhasil Bunuh Virus Corona, Sudah Terbukti!

Tiga propposal telah di-submit dalam program Konsorsium Riset dan Inovasi untuk Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Keri berharap kolaborasi ini mampu memberikan sumbangsih kepada pemerintah, dalam upaya mempercepat penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.

BACA JUGA: Simak Tips Yurianto Agar Orang Tidak Terinfeksi Covid-19

“Kekayaan bahan alam di Indonesia luar biasa dan patut untuk dilakukan uji klinis sehingga dapat ditingkatkan dari jamu menjadi fitoformaka. Dengan begitu maka akan lebih diterima oleh tenaga kesehatan sebagai bagian upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya menghadapi pandemi,” tutur Keri, dalam siaran tertulisnya, Minggu (7/6).

Tiga proposal yang diajukan tersebut adalah Uji Klinis Multisenter: Potensi Bahan Alam Indonesia sebagai Imunomodulator untuk Ajuvan Terapi Pasien Covid-19. Tim pengusul untuk proposal ini diketuai oleh Prof Dr apt Ajeng Diantini, MS. didukung oleh IAI, GP Jamu, GP Farmasi, BPOM, Fakultas Farmasi Universitas Pad, Fakultas Kedokteran Unhas, Fakultas Farmasi Unhas, PT Cendo Pharmaceutical, dan PT Royal Medicalink Pharmalab.

BACA JUGA: Tolong Disimak, Ini Peran BPKP Dalam Gugus Tugas Penanganan COVID-19

Dalam proposal ini diajukan dua produk yaitu TehDia dan VipAlbumin. TehDia yang mengandung Camellia sinensis dan Stevia diketahui memiliki aktivitas farmakologi sebagai antidiabetik, antihipertensi, antihiperlipidemia, antiobesitas, antikanker, antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, antivirus, dan mampu meningkatkan fungsi hati dan ginjal.

Sedangkan VipAlbumin yang berisi ekstrak ikan gabus memiliki aktivitas farmakologi sebagai antiinflamasi, khususnya menurunkan sitokin proinflamasi.  

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manfaat pemberian TehDia dan VipAlbumin sebagai pengobatan ajuvan pada pasien Covid-19, khususnya dalam menurunkan sitokin proinflamasi, mempercepat perbaikan klinis, mengurangi tingkat kematian dan memperpendek masa rawat inap, dan mengurangi risiko penularan Covid-19.  

Proposal kedua adalah Uji Klinis ‘Innamed-Cov’: Herbal Imunomodulator Pendukung Terapi Covid-19’ dengan Tim Pengusul dari UGM, UNAIR, IAI, GP Jamu, PT Deltomed Laboratories, PT Agaricus Sido Makmur, PT Harvest Gorontalo Indonesia (HGI), BPOM, diketuai oleh Prof Dr apt Zullies Ikawati.  

Penelitian ini akan melakukan uji klinik untuk mengeksplorasi tiga produk hebal asli Indonesia, yang memiliki keunikan masing-masing, baik dalam bentuk maupun kandungannya, sebagai imunomodulator yang dapat mendampingi terapi standar Covid-19.

Tiga produk tersebut adalah OB Herbal dari PT Deltomed Laboratories, Soman-2 produksi PT Harvest Gorontalo Indonesia, dan Power Zip dari PT Agaricus Sido Makmur Sentosa.  

Sementara proposal ketiga adalah ‘InaTeP (Indonesia TelePharmacy): Inovasi Telepharmacy dalam Pelayanan Apoteker di Masa Pandemik Covid-19 di Indonesia’. Adapun tim pengusul adalah IAI, ITB, Unpad dengan mitra CV Channa Striatas Mediatek ( SIAP), PT Mensa Medika Investama (Halodoc), dan PT Medika Teknologi Group (PSEF) diketuai oleh Prof apt Ketut Adnyana, MSi, PhD.  

Riset ini bertujuan untuk membuat petunjuk teknis telefarmasi pelayanan apoteker di Indonesia dan menghasilkan produk aplikasi telefarmasi terintegrasi yang memenuhi aspek legalitas dan standar pelayanan kefarmasian.(mg7/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler