Ibu Korban Mutilasi Ngaku Syok Lantas Bilang Begini

Senin, 13 Mei 2019 – 03:05 WIB
Ibu korban Vera, Suhartini dengan latar rumah keluarga. Dan kanan: Foto korban Vera. Foto: Julheri/SUMEKS.CO

jpnn.com, PALEMBANG - Suhartini, 50, ibu korban mutilasi, Vera Oktaria akhirnya angkat suara terkait kasus yang menimpa putrinya.

Dia minta polisi segera menangkap pelaku dan mengungkap polisi pembunuhan sadis tersebut.

BACA JUGA: Prada DP Terduga Pelaku Mutilasi Wanita di Penginapan Check In Pakai Nama Samaran

Tak cukup hanya di situ, Suhartini yang merasa sangat terpukul berharap pelaku dihukum mati.

“Aku minta hukum seberat-beratnya,” cetus ibu korban saat ditemui di rumahnya Lr Indah Karya, Tangga Takat, Seberang Ulu 2, Palembang.

BACA JUGA: Prada DP Diduga Mutilasi Pacarnya, Sang Ayah Bilang Begini

BACA JUGA: Prada DP Diduga Mutilasi Pacarnya, Sang Ayah Bilang Begini

Seperti diberitakan, kasus penemuan mayat di dalam ranjang sobek di Penginapan Sahabat Mulya, Jalan Hindoli, RT 5, RW 3, Kelurahan Sungai Lilin, Kecamatan Sungai Lilin, Muba mulai menemui titik terang.

BACA JUGA: Ibu Korban Pembunuhan Sadis Berharap Kepala Putrinya Segera Ditemukan

Itu setelah identitas korbannya terungkap, Sabtu (11/5). Nama korban Vera Oktaria, baru satu bulan resmi magang dan bekerja di Indomaret Jl Sudirman, Palembang.

“Sebelumnya memang masih training, satu bulan dan baru satu minggu ini resmi kerja,” kata sang ibu.

Korban berfoto bersama Prada DP pacarnya. Foto: istimewa

Diketahui sebelum kejadian, korban Vera menurut ibunya sedang bekerja di Indomaret Jendral Sudirman 3. Setelah larut malam, tak kunjung pulang

“Jadi kakaknya mencari tapi kata anak toko, Vera sudah pulang, setelah berapa hari hilang barulah ada kabar ini,” tuturnya

Sama halnya menurut Mansar, kerabat korban, Vera baru kredit motor dan sudah jalan satu bulan.

BACA JUGA: Prada DP Terduga Pemutilasi Wanita di Penginapan Check In Pakai Nama Samaran

“Tadi dapat info kalau motornya sudah ada di Sungai Lilin, mereknya Honda Beat Merah,” tuturnya

Begitu juga menurut kerabat korban, Riska teman satu sekolah di SMP PGRI 1 Palembang.

“Kami ‘kan satu SMP, tapi saat SMA kami beda dia (Vera) lanjut di SMA PGRI 2, setelah tamat lanjut kuliah jurusan Perawat, di Universitas Muhamadiyah Bengkulu,” ungkapnya.

Katanya lagi libur jadi balik ke Palembang, “Mungkin dia jenuh balik lagi ke sana jadi memutuskan untuk cari kerja di sini,” jelasnya. (jul)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Petasan Membakar Gudang Barang Bekas, Mobil, dan Warung di Palembang


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler