Ibu Tiri Diduga Siksa Anaknya Hingga Babak Belur

Rabu, 29 Agustus 2018 – 17:48 WIB
Kekerasan pada anak. Foto: JawaPos

jpnn.com, SURABAYA - Seorang bocah sembilan tahun di Surabaya bernama MR ditemukan tetangganya dengan mata dan punggungnya lebam akibat dianiaya.

Diduga, dia dihajar Asih, ibu tirinya, berkali-kali. Kini Asih diamankan polisi.

BACA JUGA: Bukti Ibu Tiri Itu Memang Sangat Kejam

Kelakuan Asih diketahui tetangga rumahnya. Warga Jalan Tenggumung Karya Lor, Wonokusumo, RT 4, RW 9, Semampir, itu sering mendengar tangisan dan teriakan MR dari dalam rumah.

''Sakit maak, aduh, aduh,'' kata Saipul, ketua RT 4, menirukan laporan warga.

Meski mendengar teriakan dan tangisan dari dalam rumah, tidak ada warga yang berani melihatnya secara langsung.

Saat itu warga hanya menengarai bahwa teriakan dan tangisan tersebut berasal dari MR yang dianiaya ibu tirinya.

Dugaan warga bukan tanpa alasan. Sebab, mereka pernah melihat langsung Asih melakukan kekerasan terhadap anak tirinya itu.

Bahkan, menurut keterangan warga, pelaku pernah mendapat surat peringatan dari kepolisian.

''Namun tidak ditahan waktu itu,'' ucap Saipul.

Meski begitu, kekejaman Asih tidak berhenti. Warga masih sering mendengar MR menangis kesakitan dari dalam rumah.

Bukan hanya itu. MR yang sebelumnya diketahui warga sebagai anak periang kini menjadi lebih pendiam dan tertutup. Tepatnya setelah Yanto, ayahnya, menikah dengan Asih.

Mendapati laporan warga yang resah, Saipul kemudian memasuki rumah Asih. Namun, dia tidak mendapati apa-apa.

Dia lantas kembali ke rumah. Meski begitu, dia yakin ada yang tidak beres di dalam rumah tersebut.

Saipul kemudian meminta tetangga sekitar untuk memantau perkembangan. ''Ibu-ibu tolong diawasi,'' ucapnya saat meminta tetangga mengawasi rumah pelaku.

Benar saja, para tetangga tidak lama kemudian kembali mendengar tangisan dan teriakan dari dalam rumah Asih.

Kejadian itu langsung dilaporkan kepada Saipul. Saipul berinisiatif memanggil Bambang, seorang pensiunan polisi di wilayahnya.

''Setidaknya beliau yang paham hukum,'' jelas Saipul.

Keduanya lantas memasuki rumah berpagar hijau tersebut. Sesampai di dalam rumah, mereka mendapati MR yang masih menangis.

Namun, ibu korban bertingkah seolah tidak terjadi apa-apa. ''Korban menangis dan tidak mau bicara. Mungkin trauma dan takut,'' ucapnya.

Sementara itu, Yanto tidak ada di rumah. Dia masih bekerja di Kalimantan.

Saipul bersama Bambang kemudian mendekati MR. Saipul memperhatikan MR dari ujung rambut sampai kaki. Saipul melihat mata kiri MR yang lebam.

Pria asal Madura tersebut menyentuh bagian yang lebam itu. Saat itu korban menangis kencang. ''Mungkin sakit,'' tambahnya.

Saipul dan Bambang kemudian berinisiatif melaporkan kejadian tersebut ke polisi. MR dibawa ke Rumah Sakit PHC Tanjung Perak untuk diperiksa.

Hasilnya, ditemukan memar-memar di tubuh MR yang ditengarai bekas pukulan. ''Bukan hanya di bagian mata, melainkan juga bagian punggung korban,'' tambah Saipul.

Warga menyarankan agar korban dirawat kerabatnya yang lain. Di sisi lain, Asih langsung dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk dimintai keterangan.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ipda Suryadi mengatakan, saat ini pihaknya masih memeriksa saksi. (yon/c15/eko/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler