Identitas Mayat di Kebun Terungkap

Sabtu, 28 Mei 2022 – 04:56 WIB
Personel gabungan Polres Bitung bersama Polsek Maesa mengevakuasi sesosok mayat pria yang ditemukan di area perkebunan Madidir Weru Lingkungan V, Madidir, Bitung. ANTARA/HO-Humas Polda Sulut

jpnn.com, MANADO - Mayat pria ditemukan di area perkebunan Madidir Weru Lingkungan V, Madidir, Bitung, Sulawesi Utara, Jumat.

Kabid Humas Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan korban bernama Mathias Jurlai, 64 tahun, warga Madidir Weru Lingkungan V RT 20.

BACA JUGA: Polisi Tangkap Orang Ini, yang Kenal Pasti Enggak Bisa Tidur

Korban ditemukan pertama kali oleh Paulus, warga setempat, saat hendak memetik mangga, sekitar pukul 09.30 WITA.

“Saksi mendapati korban tergeletak di tanah, kurang lebih empat meter dari pinggir jalan. Saksi lalu memberitahukan kejadian ini kepada pihak keluarga, yang diteruskan dengan melapor ke pemerintah setempat serta kepolisian,” kata Abast di Manado, Jumat.

BACA JUGA: Suami Mencari Nafkah, Istri Puas Main Kuda-kudaan Sama Selingkuhan, Digoyang 2 Ronde

Beberapa saat kemudian personel Polres Bitung bersama Polsek Maesa tiba dan langsung melakukan pengamanan lokasi dilanjutkan olah tempat kejadian perkara.

Keterangan dari pihak keluarga, korban keluar rumah sejak Kamis (26/5) pagi dan saat itu berpamitan hendak ke kebun, namun, hingga malam hari tak kunjung pulang.

“Pihak keluarga berupaya mencari korban namun tidak ditemukan. Pihak keluarga juga menerangkan, korban menderita penyakit asam lambung sejak beberapa waktu lalu dan sering mengeluh sakit kepala,” kata Abast.

Seusai olah tempat kejadian perkara, jenazah korban dievakuasi menggunakan mobil patroli Polsek Maesa ke RSUD Manembo-nembo Bitung untuk dilakukan pemeriksaan luar.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Korban meninggal dunia diduga akibat penyakitnya kambuh,” katanya.

Dia menambahkan pihak keluarga korban menolak autopsi yang dinyatakan melalui surat pernyataan penolakan dan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Jenazah korban lalu diserahkan ke pihak keluarga, selanjutnya disemayamkan di rumah duka. Kejadian ini dalam penyelidikan lebih lanjut pihak kepolisian,” kata Abast. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler