Idris Laena MPR: Tinggalkan Elektabilitas, Saatnya Adu Gagasan

Senin, 29 Agustus 2022 – 08:30 WIB
Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Idris Laena. Foto: Humas Fraksi Partai Golkar MPR Ri

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Idris Laena menyatakan pendapat Presiden Jokowi yang menyatakan elektabilitas tinggi tidak menjamin seseorang bisa menjadi calon presiden (capres) adalah pendapat normatif.

Menurut Idris Laena, sah-sah saja presiden berpendapat begitu karena undang-undangnya mengatur capres dan cawapres harus diusung partai politik atau gabungan partai politik.

BACA JUGA: Idris Laena MPR Tekankan Pentingnya Generasi Muda Pahami Esensi Kemerdekaan

 "Bagaimana mungkin seseorang bisa menjadi capres atau cawapres jika tidak diusung partai politik," ucapnya.

Partai politik juga menyadari pentingnya mendorong kader sendiri untuk dimajukan sebagai capres maupun cawapres sehingga muncul fenomena membentuk beberapa poros koalisi.

BACA JUGA: Soal Amendemen UUD 1945, Idris Laena Beberkan Sikap Golkar di MPR

Misalnya, tiga atau empat poros akan memberi ruang bagi kader-kader partai muncul sebagai capres atau cawapres pada Pemilu 2024 yang akan datang.

''Saatnya meninggalkan pola lama yang mengandalkan elektabilitas tinggi capres/cawapres,'' ucapnya. 

BACA JUGA: Kerajaan RRQ Hoshi Luluh Lantak oleh Evos dan Rebellion di Pekan Ketiga MPL

Jadi, kader partai sangat memahami platform perjuangan maupun gabungan koalisi partai.

"Pilpres 2024 yang akan terjadi adalah capres/cawapres akan adu gagasan untuk melanjutkan program yang telah digagas presiden sebelumnya,’’ ungkapnya.

Dengan begitu, kesinambungan pembangunan nasional akan berlanjut.

Idris Laena yang juga Ketua Umum Satkar Ulama Indonesia ini juga menyatakan adanya tiga atau empat poros capres/cawapres menghindari polarisasi sehingga pilpres akan terhindar dari terbelahnya anak-anak bangsa. (mrk/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur : Tarmizi Hamdi
Reporter : Tarmizi Hamdi, Tarmizi Hamdi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler