IHSG Dekati Level 5.500

Rabu, 25 Februari 2015 – 22:44 WIB

jpnn.com - JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali mecetak rekor tertinggi dan mendekati posisi 5.500. Ini setelah IHSG ditutup menguat 27,794 poin (0,51 persen) ke level 5.445,108 Rabu sore (25/2). Indeks LQ45 juga menguat 6,368 poin (0,67 persen) ke level 950,830.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menilai wajar kenaikan IHSG hari ini. Alasannya, sentimen positif, terutama berasal dari bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve. Janet Yellen, pimpinan lembaga biasa disebut The Fed itu, mengumumkan belum akan menaikkan suku bunga setidaknya dalam dua pertemuan ke depan.

BACA JUGA: Fortuner dan Vios Dongkrak Ekspor Toyota

Dengan pengumuman itu semestinya IHSG bisa berlari lebih kencang dibandingkan yang terjadi hari ini. ”Yellen sudah kasih berita bagus kenapa IHSG tetap berat ya? Apa karena rupiah masih dekat dengan level 13.000 (per USD)?” cetus, jelang penutupan sore ini.

Yang jelas, kata dia, indeks Hang Seng Hong Kong masih ditutup naik meskipun, tidak ada signal positif baru. ”Kalau IHSG ditutup di atas resistance 5.437 bisa jadi signal positif,” ucapnya. Ternyata IHSG berhasil menembus level resistance itu.

BACA JUGA: Lion Air Pilih Rahasiakan Total Kerugian akibat Delay Berkepanjangan

Frekuensi transaksi perdagangan reguler hari ini mencapai 236.667 kali dengan volume sebanyak 4,856 miliar saham atau sebesar Rp 4,62 triliun. Sebanyak 164 saham berhasil naik, sebanyak 146 saham turun, dan selebihnya stagnan.

Saham-saham berhasil mencatatkan kenaikan nilai tertinggi (top gainers) di antaranya Merck (MERK) naik 5.000 (3,57 persen) ke level 145.000. First Media (KBLV) naik 485 (22,05 persen) ke level 2.685. Lionmesh (LMSH) naik 400 (5,19 persen) ke level 8.100. United Tractors (UNTR) naik 400 (2,03 persen) ke level 20.100.

BACA JUGA: Sempat Tertekan, IHSG Mampu Bertahan

Sebaliknya, saham-saham dengan penurunan nilai paling dalam (top losers) antara lain Delta Djakarta (DLTA) turun 9.000 (2,95 persen) menjadi 296.000. Solusi Tunas (SUPR) turun 450 (5,08 persen) menjadi 8.400. HM Sampoerna (HMSP) turun 400 (0,61 persen) menjadi 65.100. Matahari Department Store (LPPF) turun 350 (2,02 persen) menjadi 17.000.(jawapos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Direksi Lion Air Sebut Tak Ada Maskapai 100 Persen On Time


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler