IHSG Terkerek Lagi

Kamis, 21 Mei 2015 – 23:45 WIB

jpnn.com - JAKARTA – Penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) terus dipertahankan. Menutup perdagangan hari ini (21/5), IHSG menguat 20,459 poin (0,39 persen) ke level 5.313,208 dan indeks LQ45 naik 5,061 poin (0,55 persen) ke level 927,393.

Frekuensi transaksi perdagangan reguler hari ini (21/5) mencapai 230.934 kali dengan volume 4,142 miliar saham atau Rp 4,837 triliun. Sebanyak 148 saham naik, 138 saham turun, dan selebihnya stagnan.

BACA JUGA: IHSG Rally di Zona Hijau

Saham-saham berhasil naik dengan nilai tertinggi (top gainers) antara lain, Mayora Indah (MYOR) naik 250 (1,44 persen) ke level 26.250. Bank Mandiri (BMRI) naik 350 (3,10 persen) ke level 11.625. Mitra Keluarga (MIKA) naik 300 (1,23 persen) ke level 24.750. Bank BRI (BBRI) naik 275 (2,20 persen) ke level 12.750.

Sebaliknya, saham-saham dengan penurunan nilai paling dalam (top losers) di antaranya Delta Djakarta (DLTA) turun 10.000 (3,70 persen) menjadi 260.000. Astra Agro (AALI) turun 1.450 (5,29 persen) menjadi 25.950. Unilever (UNVR) turun 500 (1,15 persen) menjadi 42.850. Matahari Department Store (LPPF) turun 475 (2,64 persen) menjadi 17.500.

BACA JUGA: IHSG Menguat Sambut Bank Indonesia Pertahankan BI Rate

Sebelum ditutup menguat, IHSG di tengah perjalanan hari ini sempat terkoreksi meski di awal perdagangan berhasil menguat. ”Setelah hampir seharian IHSG lesu lemah tak bertenaga IHSG sore ini bangkit karena ada berita S&P menaikkan outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi positif,” kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo, jelang penutupan sore ini.

IHSG akhirnya mampu ke level tinggi baru setelah sempat terkoreksi cukup signifikan beberapa waktu lalu. Sejauh ini, kata dia, masih berada di atas resistance pertama di level 5.312.

BACA JUGA: IHSG Bertengger di Zona Hijau Lagi

”Pertanyaannya sekarang adalah memangnya kita dapat investment grade? Kalau S&P kasih investment grade, IHSG naik itu wajar. Tapi karena ini bukan investment grade, kalaupun ada pengaruh positif, sepertinya tidak bakal besar,” pikirnya.

Maka pergerakan pasar besok akan sangat menentukan. Jika reaksi pasar tetap besok tidak signifikan maka memang, kata dia, outlook terbaru lembaga pemeringkat internasional itu tidak banyak berpengaruh.(jawapos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... IHSG Berpeluang Alami Penguatan Jangka Pendek


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler