IHSG Tertekan Sentimen Eksternal

Selasa, 09 Juli 2013 – 03:38 WIB
JAKARTA - Bursa saham Asia yang berbalik negatif menjadi ganjalan besar bagi indeks harga saham gabungan (IHSG), yang sebelumnya berupaya untuk melanjutkan laju positifnya. Pada perdagangan awal pekan Senin (8/7), IHSG terkoreksi 169,18 poin (3,68 persen) ke level 4.433,63. Sementara indeks LQ45 masuk ke zona merah dengan penurunan 33,05 poin (4,32 persen) ke level 731,23.

Anjloknya indeks disebabkan tingginya tekanan aksi jual yang dilakukan investor, baik domestik maupun asing di seluruh sektor saham. Tercatat, investor asing mencatatkan total aksi jual sebesar Rp 2,43 triliun, dengan net sell (jual bersih) mencapai Rp 971,8 miliar.

Sektor properti tercatat yang paling banyak tertekan aksi jual, dengan penurunan hingga 5,9 persen, disusul sektor konsumer dengan penurunan 4,6 persen. Sedangkan delapan sektor lainnya rata-rata ditutup melemah di atas 3 persen.

Perdagangan kemarin berjalan sepi dengan frekuensi sebanyak 139.127 kali transaksi, pada volume 3,815 miliar lembar saham senilai Rp4,78 triliun. Sebanyak 30 saham naik, 256 saham turun, dan sisanya 56 saham stagnan.

Head of Research Trust Securities Reza Priyambada memaparkan, pada perdagangan Selasa (9/7), diperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.398-4.418, dan resistance 4.603-4.615. Secara teknikal, grafis MACD masih menurun dengan histogram negatif yang memanjang.

"Laju IHSG masih menandakan tingginya aksi jual, dan membuat pasar tidak nyaman. Dan belum adanya perlawanan dari aksi beli akan membuka IHSG untuk kembali melemah. Kami harap akan terjadi beli untuk mencegah IHSG yang terperosok makin dalam," terangnya.

Equity Analyst PT Sinarmas Sekuritas Christandi Rheza Mihardja mengatakan, pada perdagangan Selasa, indeks diperkirakan bergerak melemah di kisaran 4.385-4.470. "Saham-saham yang dapat diperhatikan secara teknikal atara lain PGAS, SMCB, JKON, dan IMAS," jelasnya.

Ia menyebutkan, perdagangan Selasa bakal dipengaruhi oleh data consumer credit di AS, yang diperkirakan mencapai USD 13 miliar per Mei 2013. Sementara data CPI Tiongkok diperkirakan memberi sentimen tambahan terhadap indeks. (gal/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kelola Lingkungan, PTPN X Alokasikan Rp 40,8 M

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler