Ikhtiar Pendekar Senayan Kampanyekan Rempah Nusantara untuk Obat-obatan

Sabtu, 14 Desember 2019 – 18:41 WIB
Anggota Komisi IX DPR M Nabil Haroen dalam acara sosialisasi obat-obatan tradisional di Desa Butuh, Boyolali, Sabtu (14/12). Foto: arsip pribadi

jpnn.com, BOYOLALI - Anggota Komisi IX DPR M Nabil Haroen yang membidangi kesehatan mendorong masyarakat menggunakan obat-obatan tradisional. Legislator PDI Perjuangan itu menyatakan, Nusantara kaya akan rempah-rempah yang juga menjadi bahan baku obat.

Gus Nabil -panggilan akrabnya- menyampaikan itu dalam acara sosialisasi obat tradisional di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (14/12). Kegiatan hasil kerja sama DPR dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) itu dihadiri komunitas pencinta obat tradisional, pengusaha jamu dan perwakilan ormas.

BACA JUGA: Mau Tuduh PDIP Anti-Islam? Silakan Berhadapan dengan Gus Nabil

"Ada banyak sekali rempah-rempah yang bisa diramu menjadi obat. Sekarang ini masyarakat dunia cenderung mencari obat herbal, yang tidak punya efek negatif dari bahan kimia,” ujar Gus Nabil.

Politikus muda yang juga ketua umum Pagar Nusa itu menjelaskan, Indonesia merupakan surga herbal untuk bahan obat-obatan tradisional. Oleh karena itu, kata Gus Nabil, Indonesia harus mengembalikan kejayaan Nusantara sebagai pusat rempah.

BACA JUGA: Ingat, Kader NU di PDIP Tak Boleh Bikin Malu

"Saat ini penting untuk membangkitkan Jalur Rempah Nusantara dengan semangat baru. Inilah catatan saya dalam sosialisasi obat tradisional," kata wakil rakyat berjuluk Pendekar Senayan itu.

Hanya saja, upaya menjadikan obat-obatan tradisional Nusantara menjadi mendunia bukanlah hal mudah. Menurut Gus Nabil, harus ada riset dan inovasi digital untuk mendukung upaya mengglobalkan rempah-rempah Nusantara.

BACA JUGA: Mengenal Kekayaan Budaya dan Sejarah Nusantara Melalui Jalur Rempah

"Kita punya potensi besar membangkitkan Jalur Rempah. Caranya bagaimana, dengan riset, pemetaan potensi, perbaikan packaging, ekspansi pasar, penggunaan teknologi digital," tuturnya.

Lebih lanjut Gus Nabil mencontohkan sarang burung walet. Saat ini Indonesia merupakan produsen terbesar sarang burung walet dengan total produksi mencapai 300 ribu ton per tahun.

“Nilainya lebih dari USD 3 miliar. Sarang burung walet sumber protein yang sangat baik untuk kesehatan,” katanya.(jpnn)


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler