Ikhtiar Petrokimia Gresik Dorong Milenial Terjun ke Dunia Pertanian

Jumat, 07 Februari 2020 – 14:44 WIB
Jambore Petani Muda 3 inisiasi Petrokimia Gresik. Foto: dok pribadi for jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Petrokimia Gresik mendorong minat generasi milenial terhadap dunia pertanian dengan menggelar Agrosociopreneur Competition. Ajang ini sebagai rangkaian Jambore Petani Muda.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi, mengatakan peran generasi muda pada sektor ini masih terbilang rendah. Sebenarnya jika sektor pertanian dikelola dengan baik dan benar, tak kalah prospektif dengan sektor lainnya.

BACA JUGA: Petrokimia Gresik Ekspor 26 Ribu Ton Pupuk NPS ke India

"Menurut Sensus Pertanian 2013, sekitar 61 persen petani Indonesia telah berusia lebih dari 45 tahun. Minimnya minat generasi milenial dikhawatirkan akan mengancam keberlanjutan pertanian di Indonesia," kata Rahmad, di Jakarta, Jumat (7/2).

Menurutnya, Jambore Petani Muda merupakan salah satu solusi yang dilakukan Petrokimia Gresik untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan di Indonesia, sebab program tersebut mengajak anak muda berkompetisi dalam inovasi pertanian dalam Agrosociopreneur Competition.
"Dari program ini kami melihat bahwa inovasi generasi muda Indonesia di bidang pertanian sangat potensial dan luar biasa. Ini yang perlu kita beri perhatian dan dukung penuh," ujar Rahmad.‎

BACA JUGA: Petrokimia Gresik Tutup Kinerja 2019 dengan Tersenyum Manis

Rahmad menilai, peserta program Agrosociopreneur Competition adalah oase di tengah minimnya minat generasi muda. Dia pun yakin, dari program ini akan lahir generasi milenial yang akan membawa perubahan positif dan besar pada sektor pertanian Indonesia di masa depan.‎

Jambore Petani Muda 3 memiliki tiga program utama yang ditujukan kepada mahasiswa Fakultas Pertanian se-Indonesia, antara lain Sahabat Petani Fest, CEO Talk dan Agrosociopreneur Competition.

BACA JUGA: Pastikan Stok Pupuk Aman, Direksi Petrokimia Gresik Blusukan ke Daerah

‎"Diharapkan Jambore Petani Muda dapat menjadi fasilitas untuk membentuk sebuah jaringan nasional petani muda, wadah saling bertukar informasi dan pengalaman, sehingga dapat saling memperkuat konsep pengembangan pertanian.Dan pada akhirnya akan memperkaya dan menjaga keberlanjutan pertanian di Indonesia," tandasnya. (mg8/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler