Imbauan Habib Rizieq untuk Umat Muslim terkait Salat Berjemaah di Masjid

Jumat, 20 Maret 2020 – 15:34 WIB
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengeluarkan sebuah imbauan kepada umat muslim dalam menyikapi situasi maraknya wabah virus corona, COVID-19.

Dalam imbauannya, Rizieq meminta umat mematuhi Fatwa MUI dan anjuran pemerintah agar tidak Salat Jumat di masjid. Termasuk salat lima waktu, untuk sementara tidak berjemaah di masjid.

BACA JUGA: Anjuran Din Syamsudin untuk Umat Islam soal Salat Jumat

"Demi pencegahan wabah, jauh lebih utama dipatuhi dan ditaati," kata Rizieq dalam imbauannya seperti dikirimkan Juru Bicara FPI Slamet Maarif kepada jpnn.com, Jumat (20/3).

Rizieq menekankan, upaya mematuhi anjuran pemerintah itu, bukan karena umat muslim takut terhadap corona. Sikap patuh ialah ikhtiar demi mencegah penularan corona semakin meluas.

BACA JUGA: Habib Rizieq Sebar Maklumat FPI, Ada Pejabat yang Dipuji

Selain itu, kata Rizieq, sikap patuh demi mencegah fitnah. Dia tidak menginginkan muncul narasi masjid menjadi sarana penyebaran corona seandainya melaksanakan salat berjamaah dan Salat Jumat.

"Jangan sampai nanti ada jemaah masjid kena corona, dan jangan juga masjid dituduh penyebarnya, karena tetap menggelar salat jemaah dan Jumat," tutur dia.

BACA JUGA: Wabah Corona Melanda Jakarta, Ini Permintaan Anies Baswedan kepada Umat Buddha dan Nasrani

Sebelumnya, Imam Besar Masjid Istiqlal Nazarudin Umar meminta agar setiap umat beragama mengikuti fatwa MUI pada masa Indonesia diterpa penyebaran corona. Misalnya, membatasi ibadah secara jemaah di lokasi rawan penyebaran corona.

Dia mengaku sudah mempelajari fatwa MUI soal pembatasan ibadah secara jemaah. Dia pun menilai fatwa tersebut sudah tepat.

"Oleh karena itu bagi umat beragama, tak ada cara lain yang harus dilakukan kecuali mengikuti ulama dan umaro. Tidak mungkin institusi ini memberikan fatwa yang tidak sejalan dengan apa yang menjadi kenyataan masyarakat," kata Nasaruddin dalam keterangan resmi yang disiarkan Youtube di akun BNPB Indonesia, Jumat (20/3).

Lebih lanjut, kata Nazarudin, Masjid istiqlal tidak akan menghelat ibadah salat Jumat selama dua pekan ke depan.

Keputusan tersebut diterbitkan seusai pengurus Masjid Istiqlal menelisik lebih jauh imbauan Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (mg10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler