IMD Bikin Bunda Percaya Diri

Kontak Kulit Ibu-Bayi Satu Jam setelah Melahirkan

Senin, 18 Agustus 2014 – 07:02 WIB
Foto Ilustrasi

jpnn.com - SURABAYA – Inisiasi menyusui dini (IMD) saat ini mulai banyak dilakukan para bunda pasca melahirkan. Tetapi, masih sedikit di antara mereka yang mengerti tata cara melakukan IMD dengan tepat dan benar. Padahal, keberhasilan menyusui dengan air susu ibu (ASI) eksklusif ditentukan oleh awal yang benar.

”Banyak masyarakat yang ingin ASI eksklusif. Namun, masih banyak orang yang bingung caranya seperti apa,’’ ujar dr Mahendra Tri Arif Sampurna SpA dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) saat menjadi pembicara dalam talk show Jawa Pos Baby Fair 2014 di Galaxy Exhibition Center, Sabtu (16/8).

BACA JUGA: Sembarangan Pasang Kawat Bikin Ibu Cantik Jadi Tonggos

Cara melakukan IMD tidak sekadar menjejalkan puting susu ke mulut bayi. Tetapi, harus terjadi kontak kulit antara ibu dan bayi. Paling tidak, hal itu dilakukan satu jam setelah melahirkan.

Kontak kulit yang dimaksud adalah membiarkan bayi menjilati kulit ibu. Tidak ada sehelai kain pun yang memisahkan antara kulit bayi dan ibu.

BACA JUGA: Alat Kontrasepsi Jangka Pendek Diminati

Gerakan lidah menjilati tersebut bertujuan untuk menyerap bakteri yang baik pada kulit ibu. Fungsinya memberikan ketahanan dan membuat bayi terasa lebih hangat. Dengan begitu, bayi merasa tenang, jarang menangis, dan tidak stres.

Mahendra mengatakan, membiarkan bayi menjilati kulit hingga menemukan puting sang ibu juga mampu mengontrol kadar gula pada bayi. Yang terpenting, ibu menjadi lebih percaya diri (PD) dan siap merawat bayi. Sebab, IMD dapat membangun ikatan batin dan emosional antara ibu dan anak.

BACA JUGA: Awas, Kornea Mata Bisa Jebol!

’’Manfaatnya tidak hanya mendukung program ASI eksklusif, tetapi juga dapat meningkatkan sistem imun bayi,’’ urainya.

Saat IMD dilakukan, meski hanya sedikit air susu yang keluar, itu sangat bermanfaat bagi sang bayi. Sebab, volume lambung bayi cukup menampung 5–7 cc untuk kebutuhan dua hingga tiga hari.

Pengetahuan tersebut, lanjut dia, bertujuan untuk mengubah paradigma masyarakat bahwa setelah enam bulan, bayi tidak perlu menggunakan susu formula. Tetapi, cukup ASI dan makanan pendamping ASI.

Karena itu, IDAI bekerja sama dengan pemerintah kota (Pemkot) Surabaya dan Jawa Pos ingin membantu ibu hamil untuk lebih mengerti tentang ASI. ’’Karena ASI satu-satunya nutrisi yang paling baik,’’ imbuhnya.

Karena itu, penting sekali para ibu hamil mempersiapkan kehamilannya dengan mencari tempat kelahiran yang pro ASI dan didukung dengan konselor laktasi. Ibu hamil sebaiknya mencari rumah sakit yang memiliki predikat sebagai rumah sakit sayang ibu dan anak. ’’Survei dulu sebelum melahirkan. Sebaiknya jauh-jauh hari,’’ katanya. (ayu/c6/nw)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Eksotisme Tenun Rangrang yang Memikat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler