Impor Bahan Baku Naik, Industri Domestik Bergairah

Sabtu, 17 September 2016 – 02:04 WIB
BPS. Foto: Jawa Pos.Com

jpnn.com - JAKARTA – Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus pada Agustus 2016 lalu. Itu ditandai dengan lonjakan ekspor dan impor jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Impor bahan baku yang menjadi indikator geliat industri dalam negeri juga tumbuh.

BACA JUGA: Ekonomi tak Berdaya, Asuransi Tetap Perkasa

Neraca perdagangan nonmigas pada Agustus 2016 mencatatkan surplus USD 0,92 miliar. Surplus tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan surplus pada Juli 2016, yakni USD 1,02 miliar.

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Arbonas Hutabarat menyatakan, surplus yang lebih rendah itu didorong menurunnya surplus neraca perdagangan nonmigas dan meningkatnya defisit neraca perdagangan migas.

BACA JUGA: Penjualan Emas Antam Sentuh Rp 2,84 Triliun

Menurunnya surplus neraca perdagangan nonmigas tersebut dipengaruhi peningkatan impor nonmigas (40,9 persen month-to-month) yang melebihi peningkatan ekspor (34,8 persen month-to-month).

Peningkatan impor nonmigas dipengaruhi peningkatan impor bahan baku dan barang modal seperti mesin dan peralatan mekanik, mesin dan peralatan listrik, plastik dan barang dari plastik, serta kendaraan dan bagiannya.

BACA JUGA: Pasar Properti Belum Pulih, Mahasiswa Jadi Bidikan

’’Hal ini memberikan indikasi membaiknya aktivitas ekonomi domestik,’’ katanya di Jakarta kemarin.

Sementara itu, peningkatan ekspor nonmigas didorong naiknya ekspor lemak dan minyak hewan/nabati, perhiasan/permata, kendaraan dan bagiannya, serta mesin-mesin/pesawat mekanik.

Selain itu juga bijih, kerak, dan abu logam. Naiknya ekspor lemak dan minyak hewan/nabati sejalan dengan mulai meningkatnya harga minyak kelapa sawit (CPO).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo menyatakan, surplus tersebut ditopang sektor nonmigas sebesar USD 921,3 juta.

’’Ekspor kita naik drastis jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Agustus memberi gambaran yang penting karena ekspor kita mencapai USD 12 miliar lagi setelah sebelumnya tertatih-tatih,’’ ungkapnya.

Dia memerinci, nilai ekspor Agustus mencapai USD 12,63 miliar atau meningkat 32,54 persen jika dibandingkan dengan nilai ekspor pada Juli 2016. Namun, jika dibandingkan dengan Agustus tahun lalu, nilai ekspor menurun 0,74 persen.

Ekspor nonmigas pada Agustus 2016 tercatat mencapai USD 11,50 miliar atau naik 34,84 persen jika dibandingkan dengan Juli 2016. Jika dibandingkan dengan Agustus tahun lalu, nilai ekspor juga naik 2,76 persen.

’’Namun, secara kumulatif nilai ekspor Indonesia pada Januari–Agustus 2016 mencapai USD 91,73 miliar atau menurun 10,61 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2015. Demikian juga dengan ekspor nonmigas yang mencapai USD 83,11 miliar atau menurun 7,32 persen,’’ ucapnya.

Sementara itu, nilai impor Indonesia pada Agustus 2016 mencapai USD 12,34 miliar dolar atau naik 36,84 persen jika dibandingkan dengan capaian impor pada Juli tahun ini. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Agustus tahun lalu, impor bulan Agustus tahun ini menurun 0,49 persen.

’’Impor nonmigas Agustus tahun ini mencapai USD 10,58 miliar atau naik 40,90 persen jika dibandingkan dengan Juli sebelumnya. Demikian pula bila dibandingkan dengan Agustus 2015, capaian Agustus naik 2,84 persen,’’ tuturnya. (dee/c5/sof/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemenpar Luncurkan Dasboard M-17 dan TXI Digital Market Place


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler