India Butuh Lebih Banyak CPO, Harga TBS Sawit di Riau Naik

Selasa, 27 September 2022 – 20:59 WIB
Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau menetapkan harga baru untuk tandan buah segar atau TBS kelapa sawit periode periode 28 September hingga 4 Oktober 2022. Foto: Dea Hardianingsih/JPNN.com

jpnn.com, PEKANBARU - Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau menetapkan harga baru untuk tandan buah segar atau TBS kelapa sawit periode periode 28 September hingga 4 Oktober 2022.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Provinsi Riau Defris Hatmaja mengatakan penetapan ke-38 itu berisi kenaikan TBS sawit pada setiap kelompok umur.

BACA JUGA: Tolak Kampanye Negatif Industri Sawit, Amris Bawa 4 Tuntutan ke DPRD Riau

“Jumlah kenaikan terbesar terjadi pada kelompok umur 10-20 tahun sebesar Rp 57,09 per kilogram atau mencapai 2,31 persen dari harga minggu lalu,” kata Defris kepada JPNN.com, Selasa (27/9).

Dengan adanya penetapan baru itu maka harga beli TBS di tingkat petani untuk periode satu minggu ke depan naik menjadi Rp 2.532,24 per kilogram.

BACA JUGA: Ngeri, Harga Sawit 3 Kali Naik selama 5 Hari, Ada apa?

“Kenaikan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal,” lanjutnya.

Defris menjelaskan faktor internal yang mendorong pengingkatan harga TBS sawit ialah harga crude palm oil (CPO) dan kernel.

Adapun faktor eksternal yang menentukan ialah kenaikan harga komoditas CPO dan kernel pada sesi perdagangan minggu ini.

BACA JUGA: Daerah Lain Ambyar, Justru di Sini Harga Sawit Moncer

Pada Selasa (20/9) lalu, harga setiap ton minyak sawit berjangka Malaysia naik 1,05 persen menjadi menjadi RM 3.737 atau USD 820,68. Kenaikan itu mengakhiri penurunan harga selama tiga hari beruntun.

Kenaikan harga CPO disebabkan oleh lonjakan ekspor di tengah permintaan yang naik dari India menjelang hari raya Dipawali.

India yang merupakan importir utama CPO di dunia kembali meningkatkan permintaannya akan minyak sawit mentah dari Indonesia.

“India secara agresif membeli minyak sawit dari Indonesia karena harga menarik dan permintaan festival (Dipawali) makin dekat,” tutur Defris.

Merujuk The Solvent Extractors' Association of India (SEA), Defris menyebut total permintaan Negeri Bollywood itu terhadap minyak sawit dari Indonesia meningkat tiga kali lipat jika dibandingkan dengan periode empat bulan sebelumnya.

“Selain itu, ringgit Malaysia yang terkoreksi terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kian membuat harga CPO lebih murah untuk pembeli yang menggunakan mata uang asing,” tuturnya.(mcr36/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Rizki Ganda Marito

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler