Indomobil Bangun Pabrik Bodi Truk

Rabu, 26 Desember 2012 – 08:05 WIB
SURABAYA - Pesatnya pertumbuhan kinerja ekonomi tanah air mendorong permintaan kendaraan niaga. Ini yang membuat Indomobil Group melirik usaha yang mendukung moda transportasi darat. Emiten berkode ISMA itu, melalui anak usahanya PT IMG Sejahtera Langgeng (IMGSL), mendirikan perusahaan patungan dengan Kyokuto Kaihatsu Kogyo Co. Ltd untuk membangun pabrik bodi truk di Cikampek tahun depan.

Direktur Treasury  PT Indomobil Sukses Internasional Tbk Djendratna B Tedjaseputra mengatakan untuk mendirikan pabrik ini dibutuhhkan dana berkisar USD 12 juta. Dana yang ditanggung IMGSL dan Kyokuto fifty-fifty. "Nantinya ada dua usaha baru," cetusnya.

Kedua usaha patungan tersebut masing-masing di bidang pabrikasi dengan nama PT Kyokuto Indomobil Manufacturing Indonesia (PT KIMI). Serta,  penjualan (distribusi) dengan nama PT Kyokuto Indomobil Distributor Indonesia (PT KIDI). Kepemilikan sahamnya PT KIMI dengan perbandingan Kyokuto 51 persen dan IMGSL 49 persen, serta PT KIDI  dengan perbandingan antara Kyokuto 49 persen dan IMGSL 5l persen.

"Produk truck body ini akan dipasarkan dengan merek Kyokuto. Kami mengincar sektor konstruksi dan pertambangan," ujar pria Djendratna.

Kyokuto merupakan produsen truk di Jepang yang didirikan pada 1955 serta telah memproduksi banyak jenis truk seperti truck body, dump trucks, concrete mixer trucks, concrete pump trucks, refrigerator van trucks (truk pendingin), detachable body trucks, garbage collector trucks (truk pengumpul sampah), water tank, fuel tank, dan lain-lain.

Saat ini, Indomobil Group telah memiliki reputasi sebagai pemasok kendaraan komersial terutama truk dengan brand Hino, Volvo dan, Renault. Merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan Hino sepanjang Januari-Agustus tahun ini mencapai 22.731 unit, atau menjadi pemimpin pasar truk dan bus di dalam negeri.

Sepanjang 9 bulan pertama tahun ini, IMAS tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp 718 miliar. Jumlah tersebut tumbuh 10 persen dibandingkan dengan raihan di periode yang sama tahun lalu senilai Rp 653 miliar. Ini didukung oleh peningkatan penghasilan bersih yang mencapai 35 persen yaitu, Rp 10,8 triliun, pada tahun lalu, menjadi Rp 14,6 triliun. "Kontribusi terbesar penghasilan bersih adalah segmen otomotif 81 persen. Kemudian, segmen suku cadang 9 persen, jasa servis, 1 persen, dan segmen lainnya 5 persen," kata Djendratna. (dio)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Waralaba Asing Makin Ekspansif

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler