Indonesia Climate Change Education Bakal Digelar di Medan

Jumat, 07 September 2018 – 11:00 WIB
Sosialisasi 8th Indonesia Climate Change Education Forum and Expo 2018. Foto: Natalia/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerja sama dengan The Climate Reality Project menggelar 8th Indonesia Climate Change Education Forum and Expo 2018.

Kota Medan, Sumatera Utara dipilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan forum dan expo tersebut pada 17-19 Oktober 2018.

BACA JUGA: Alex Waisimon, Pahlawan Biodiversity ASEAN dari Indonesia

Kali ini kegiatan tersebut akan mengangkat tema Together Towards a Low Carbon Future. Acara ini akan diikuti oleh kementerian/lembaga pemerintah, pemda, dunia usaha, masyarakat dan lembaga internasional yang menyokong pengendalian perubahan iklim. 

"Terima kasih karena Sumatera Utara mau menjadi tuan rumah untuk acara ini. Harapannya, mudah-mudahan kegiatan bisa memberikan bisa memberi edukasi terkait adaptasi perubahan iklim yang dirangkai dalam forum menarik," ujar Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Djati Witjaksono Hadi yang mewakili Sekjen KLHK Bambang Hendroyono dalam jumpa pers di Ruang Rimbawan I, Jakarta.

BACA JUGA: Manggala Agni KLHK Berjibaku Taklukkan Api

Menurut Djati, kegiatan yang berbasis pada adaptasi dan mitigasi perubahan iklim ini bertujuan agar para stakeholder seluruh Indonesia lebih menaruh perhatian pada perubahan yang terjadi di lingkungan. Terutama terkait perubahan iklim.

Harapannya, melalui pameran ke-8 ini masyarakat akan mendapat semakin banyak informasi terkait perubahan iklim di tanah air.

BACA JUGA: Menteri Darmin Diminta Beri Nama untuk Bayi Anoa Lucu Ini

Dalam forum yang sama, Emilia Rosa, perwakilan dari The Climate Reality Project mengatakan selama ini tidak semua masyarakat paham akan perubahan iklim yang terjadi di tanah air.

"Kami ingin memberi edukasi pada masyarakat pentingnya kesadaran untuk mencegah perubahan iklim pada bumi kita. Akibat keseharian kita yang tidak menjaga lingkungan," imbuh Rosa.

Dia menambahkan Kota Medan sengaja dipilih sebagai tuan rumah karena masalah perubahan iklim tidak hanya harus menjadi sorotan pemerintah pusat. Melainkan juga perlu dukungan dari pemerintah daerah.

"Ibu Menteri (Menteri LHK Siti Nurbaya) yang meminta ini diselenggarakan di Medan. Karena perubahan iklim tidak hanya di Jakarta, di daerah juga harus tahu," lanjut Rosa.

Menanggapi terpilihnya Kota Medan ini, Panusunan Harahap, Kepala Seksi Kajian Dampak lingkungan DLH Sumut mengatakan pemda sangat berterima kasih karena bisa berpartisipasi untuk kegiatan tersebut.

"Di Sumatera Utara juga banyak LSM dan pemerhati lingkungan serta berbagai masalah yang dihadapi. Kami berterima kasih dilibatkan jadi tuan rumah acara ini," tutur Panusunan yang mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumut untuk sosialisasi kegiatan tersebut di Jakarta.

Dia pun mengatakan pemprov selama ini juga fokus berupaya untuk mencegah emisi gas rumah kaca yang termasuk menjadi dampak perubahan iklim.

"Pemprov berkomitmen mengurangi gas rumah kaca. Dinas LH harapkan dukungan semua pihak untuk itu. Karena itu melalui kegiatan ini harapan kami bisa memberi edukasi dan informasi bagi masyarakat agar mendukung kami kurangi efek gas rumah kaca," pungkasnya. (flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menteri LHK Ingatkan Ancaman Kepunahan Kenakeragaman Hayati


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler