Indonesia dan Selandia Tukar Informasi Cara Hadapi Foreign Terrorist Fighters

Rabu, 02 Agustus 2017 – 22:43 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius menerima kunjungan Assistant Commissioner for International and National Security Selandia Baru Michael Pannet, Rabu (2/8). Foto: BNPT

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius menerima kunjungan Assistant Commissioner for International and National Security Selandia Baru Michael Pannet, Rabu (2/8).

Dalam pertemuan yang dilangsungkan di kantor BNPT itu, kedua belah pihak membicarakan masalah penanggulangan terorisme di masing-masing negara.

BACA JUGA: Suhardi Alius: Foreign Terrorist Fighters Ancaman Nyata di Asia Tenggara

“Maksud pihak Selandia Baru ini untuk berkunjung ke BNPT tentunya untuk saling bantu membantu dan sharing informasi terhadap  masalah pola penanganan terorisme dan pencegahannya,” ujar Suhardi.

Dia menjelaskan, BNPT dan Selandia Baru juga saling bertukar pengalaman mengenai penanggulangan terorisme di masing-masing negara.

BACA JUGA: Pentolan ISIS asal Indonesia Pernah Jadi Wartawan Infotainment

Salah satunya cara menghadapi foreign terrorist fighters (FTF) yang selama ini menjadi ancaman serius bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara                     

“Dan tentunya dari pembicaraan tersebut terdapat beberapa kemiripan pandangan dan praktik yang dilakukan oleh negara kita dan Selandia Baru dalam mengaplikasikan pola pendekatan lunak terhadap keluarga dekat dari kelompok radikal. Termasuk program-program deradikalisasi yang kami lakukan selama ini seperti membangun masjid dan sebagainya,” kata mantan Kabareskrim Polri itu.                  

BACA JUGA: Catat, Ini Ciri-ciri Teroris versi BNPT

Menurut mantan Kapolda Jawa Barat itu, BNPT dan Selandia Baru sepakat untuk saling membantu mengatasi terorisme.

“Untuk itu, kami sepakat bersama-sama saling memberikan informasi dan menyampaikan  upaya-upaya apa yang kiranya diperlukan dalam upaya penanggulangan terorisme termasuk upaya pencegahannya,” kata lulusan Akpol tahun 1985 itu.                                                              

Dia menambahkan, Kedubes Selandia Baru mengapresiasi Sub Regional Meeting Foreign Terrorist Fighters and Cross Border Terrorism di Manado, Sabtu (29/7).

“Mereka juga menyampaikan bahwa pertemuan tersebut sangat memberikan masukan berarti bagi mereka (Selandia Baru) dan negara-negara peserta lainnya. Karena di pertemuan tersebut kami membahas semuanya, baik bagaimana cara mengantisipasi FTF, penanganan terhadap kontranarasi, penegakan hukum dan sebagainya,” kata mantan Wakapolda Metro Jaya itu.

Seperti diketahui, pertemuan lintas enam negara tersebut diikuti Indonesia, Malaysia, Filipina, Brunei Darusssalam, Autralia, dan Selandia Baru. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 60 Arek Malang jadi Duta Damai Dunia Maya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler